Selasa, Agustus 18, 2026

Kapolda Metro Jaya Minta Jajaran Tidak Sembrono Kawal Demo Hari Buruh 

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto memerintahkan jajarannya agar betul-betul mengawal dengan baik pelaksanaan unjuk rasa buruh dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di sejumlah titik di Jakarta, Senin (1/5/2023).

Karyoto meminta jajarannya tidak bertindak sembrono saat melakukan pengawalan demo buruh.

“Jangan sembrono, jangan terjadi ikatan per orangan. Upayakan tidak ada body contact. Imbauan-imbauan lebih bagus daripada kita memicu kalau ada body contact,” kata Irjen Karyoto dalam pidatonya saat pimpin apel upacara pengamanan demo di Monas, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2023).

Baca Juga :  88.365 Personil Dikerahkan Amankan Pilkada Jakarta, Kapolda: Operasi Digelar Selama 140 Hari

Karyoto juga mengimbau jjajarannya tidak membawa senjata api dalam pengamanan demo massa buruh.

‘Kami minta kepada pemimpin satuan tidak ada rekan-rekan yang berhadapan langsung membawa senjata api. Ingat, tidak ada yang membawa senjata api,” tegasnya.

Terkait penggunaan gas air mata, Karyoto meminta jajarannya untuk menunggu arahan pimpinan.

“Penggunaan gas air mata adalah menunggu perintah dari saya. Saya dan beberapa perwira Polda nanti akan menilai apakah layak menggunakan gas air mata atau tidak,” ujar Karyoto.

Baca Juga :  Ikut KSAD Jumat Serentak, Wali Kota bersama Dandim Jaksel Tanam Ratusan Pohon Produktif di Ciganjur

Karyoto mengatakan dalam demo buruh kali ini merupakan kegiatan di mana ribuan pekerja akan menyampaikan gagasannya yang harus dikawal dengan rasa aman dan nyaman.

“Mengamankan adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada saudara-saudara kita yang melakukan event maupun memberikan keamanan kepada masyarakat yang terdampak,” ucap Karyoto.

Namun, kata Karyoto, tentunya para buruh dan pengunjuk rasa juga harus memerhatikan hak-hak masyarakat lain.

Baca Juga :  Antisipasi Ajakan Provokasi, Polisi Awasi Live di Medsos saat Berlangsung Demo Buruh

Harus menghargai hak-hak masyarakat sekitar, tidak menimbulkan gangguan ketertiban, kemacetan yang parah.

“Apalagi dengan gangguan-gangguan yang lebih parah lainnya,” kata Karyoto.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...