Sabtu, Oktober 3, 2026

Kapolda Metro Jaya Minta Jajaran Tidak Sembrono Kawal Demo Hari Buruh 

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto memerintahkan jajarannya agar betul-betul mengawal dengan baik pelaksanaan unjuk rasa buruh dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di sejumlah titik di Jakarta, Senin (1/5/2023).

Karyoto meminta jajarannya tidak bertindak sembrono saat melakukan pengawalan demo buruh.

“Jangan sembrono, jangan terjadi ikatan per orangan. Upayakan tidak ada body contact. Imbauan-imbauan lebih bagus daripada kita memicu kalau ada body contact,” kata Irjen Karyoto dalam pidatonya saat pimpin apel upacara pengamanan demo di Monas, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2023).

Baca Juga :  Persentase Aktivasi IKD Tertinggi, Wali Kota Jaksel Terima Penghargaan Bergengsi dari Mendagri

Karyoto juga mengimbau jjajarannya tidak membawa senjata api dalam pengamanan demo massa buruh.

‘Kami minta kepada pemimpin satuan tidak ada rekan-rekan yang berhadapan langsung membawa senjata api. Ingat, tidak ada yang membawa senjata api,” tegasnya.

Terkait penggunaan gas air mata, Karyoto meminta jajarannya untuk menunggu arahan pimpinan.

“Penggunaan gas air mata adalah menunggu perintah dari saya. Saya dan beberapa perwira Polda nanti akan menilai apakah layak menggunakan gas air mata atau tidak,” ujar Karyoto.

Baca Juga :  Irjen Karyoto Minta Dishub Kerjasama Pecahkan Kemacetan Jakarta

Karyoto mengatakan dalam demo buruh kali ini merupakan kegiatan di mana ribuan pekerja akan menyampaikan gagasannya yang harus dikawal dengan rasa aman dan nyaman.

“Mengamankan adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada saudara-saudara kita yang melakukan event maupun memberikan keamanan kepada masyarakat yang terdampak,” ucap Karyoto.

Namun, kata Karyoto, tentunya para buruh dan pengunjuk rasa juga harus memerhatikan hak-hak masyarakat lain.

Baca Juga :  Gembleng Mental dan Kedisiplinan, Ratusan Anggota Satpol PP Ikuti Latihan Fisik Selama Empat Hari

Harus menghargai hak-hak masyarakat sekitar, tidak menimbulkan gangguan ketertiban, kemacetan yang parah.

“Apalagi dengan gangguan-gangguan yang lebih parah lainnya,” kata Karyoto.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...