Sabtu, Oktober 3, 2026

Sepi Pengunjung, Lokbin Pasar Minggu Bakal Direvitalisasi Bertahap

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Kasudin Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perdagangan (UMKMP) Kota Administrasi Jakarta Selatan, Djaharudin, melakukan monitoring kondisi sarana dan prasarana (sarpras) di Lokasi Binaan (Lokbin) PKL Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dalam peninjauan tersebut, Djaharudin mencatat sejumlah kondisi yang perlu segera dibenahi, mulai dari penataan pedagang hingga revitalisasi area Lokbin yang kini dinilai tidak optimal.

“Kami sudah menginventarisasi beberapa catatan penting terkait kondisi sarpras di Lokbin Pasar Minggu. Seluruh temuan ini akan segera kami koordinasikan dengan pihak terkait untuk memastikan penataannya bisa dilakukan secara bertahap dan terarah,” ujar Djaharudin, Rabu (26/11/2025).

Baca Juga :  Wali Kota Anwar Pamit Jelang Purnatugas, Titip Pesan Jaga Integritas dan Budaya BerAKHLAK

Salah satu yang menjadi perhatian Djaharudin adalah semakin berkurangnya jumlah pedagang yang berjualan di dalam kios resmi Lokbin.

Banyak kios tampak kosong karena ditinggalkan pedagang, sementara aktivitas justru beralih ke area luar Lokbin.

“Dulunya Lokbin ini cukup ramai oleh pedagang yang berjualan di kios. Namun sekarang banyak yang kosong. Banyak pedagang memilih berdagang di luar, seperti di jalur masuk atau bahkan di badan jalan. Ini membuat kondisi semakin tidak tertata dan berpengaruh pada omzet mereka sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, keputusan pedagang untuk keluar dari kios dipicu rendahnya jumlah pengunjung di dalam area Lokbin.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Melayat ke Rumah Bocah Hanyut Terbawa Banjir Kebon Baru, Pastikan Bantu Kebutuhan Jenazah hingga Pemakaman

Selain itu, lokasi Lokbin dianggap kurang strategis karena berada di area pojok sehingga tidak banyak masyarakat yang mengetahui keberadaannya.

“Letaknya yang kurang terlihat membuat banyak warga tidak menyadari bahwa di sini ada Lokbin. Dampaknya, pengunjung sepi, pedagang pun mencari titik yang lebih ramai. Ini salah satu tantangan besar yang harus segera kita atasi,” kata Djaharudin.

Untuk itu, pihaknya menegaskan akan mendorong adanya penataan ulang pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Lokbin, agar persaingan antara PKL dan pedagang resmi yang memiliki kios dapat diminimalisir.

Baca Juga :  Polusi Udara Kian Buruk, Ketua DPRD DKI Usul Petugas Lapangan Dapat Insentif dari APBD

“Kami ingin memastikan pedagang di dalam Lokbin tetap memiliki peluang usaha yang layak. Jika PKL bebas membuka lapak di jalur masuk, otomatis pengunjung tidak lagi masuk ke area dalam. Karena itu, upaya penataan ulang harus dilakukan,” tegas mantan Camat Cilandak ini.

Djaharudin menambahkan bahwa tantangan penataan ini memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk pengelola pasar, aparat wilayah, serta pendamping UMKM.

“Penataan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan koordinasi dan kesepahaman agar penataan berjalan efektif dan memberi dampak bagi pedagang maupun masyarakat. Ini menjadi tugas kita bersama,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...