Sabtu, Oktober 3, 2026

Terkuak Puluhan Kucing di Sunter Mati Kejang-kejang, Ini Penyebabnya

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Penyebab kematian puluhan kucing di RW 05 Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara terkuak.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Petanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan dari hasil penyelidikan tidak ditemukan adanya kandungan racun di dalam lambung kucing seperti yang dilaporkan.

Namun, penyebab kematian kucing diduga kuat karena kekurangan nutrisi.

“Di dalam lambungnya kosong. Jadi saat sekarang ini terjadi malnutrisi. Jadi lambungnya kosong, ditemukan ada janinnya,” kata Suharini Eliawati, kemarin (15/7/2023).

Baca Juga :  Pemprov DKI Jakarta Cairkan THR Tenaga PJLP Lebih Cepat, Ini Buktinya 

Suharini mengatakan, dari hasil mikroskopik juga tidak menunjukkan kerusakan dalam tubuh kucing.

Kucing-kucing tersebut dalam kondisi normal tanpa adanya jat kimia yang mengandung racun di dalam tubuhnya.

“Bisa jadi malnutrisi, namun kita investigasi bersama. Kami Pemprov DKI Jakarta dan Balai Besar Veteriner Subang supaya kalau terjadi infeksi virus saat sekarang ini akan dilakukan penelitian ulang,” katanya.

Suharini juga menyampaikan selain mengecek kondisi kucing, pihaknya juga mencari informasi dari beberapa warga.

Baca Juga :  Noverizky Optimistis Martin Nagel-Harvardy Bakal Menangi Pemilihan Ketum-Sekjen AKPI

Menurut warga kucing-kucing tersebut meninggal setelah kejang-kejang, namun dari mulutnya tidak mengeluarkan busa.

“Kayak di manusia itu kurang gizi, hanya dikasih makan, meski binatang tapi ada gizinya. Tapi memang besok kami akan ke sana kembali dengan melakukan pemberian makanan,” katanya.

Dia mengatakan pihaknya akan mendatangi lokasi untuk memberikan pemahaman dan motivasi kepada masyarakat yang memiliki kucing di rumahnya.

Dirinya pun berharap masyarakat bisa lebih peduli terhadap binatang peliharaannya.

Baca Juga :  Misteri Kematian Puluhan Kucing di Sunter Belum Terungkap, Begini Alasan Dinas KPKP DKI

“Jadi bukan sekadar memelihara, tapi tidak memenuhi kebutuhannya. Atau bisa jadi dia tidak tahu seperti apa. Makanya besok kita bakti sosial di sana,” katanya.

Dia mengatakan pihaknya akan mengambil sampel darah meski hasil pemeriksaan sementara kematian kucing akibat kekurangan nutrisi atau malnutrisi.

Selain itu melakukan swab baik rongga tenggorokan maupun anus kucing dan kemudian mengambil sampel pakan dan airnya.

“Jadi mudah mudahan dalam waktu singkat kita ketahui,” tuturnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...