Jumat, April 3, 2026

Terungkap Alasan Prabowo Kosongkan Jabatan Menko Polkam dan Menpora

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto resmi melantik empat menteri dan satu wakil menteri baru dalam Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029.

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9).

Dalam pelantikan tersebut, diumumkan pula bahwa dua posisi kabinet, yakni Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) saat ini kosong, menyusul selesainya masa tugas Budi Gunawan dan Dito Ariotedjo.

Adapun lima pejabat baru yang dilantik adalah:

Baca Juga :  Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Hasto Balik Kanan Tinggalkan KPK

Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan

Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia / Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Ferry Joko Yuliantono sebagai Menteri Koperasi

Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah

Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah

Usai pelantikan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait kekosongan jabatan Menko Polkam dan Menpora.

“Berkenaan dengan posisi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, untuk sementara waktu memang Bapak Presiden belum menunjuk secara definitif siapa yang akan beliau tugaskan menjadi Menko Polkam. Sehingga untuk sementara waktu beliau akan menunjuk ad interim untuk menjabat sebagai Menko Polkam,” ujar Prasetyo.

Baca Juga :  JK Bangga dengan Sosok Prabowo: Low Profile, Semua Didatangi

Ia menambahkan, penunjukan pejabat ad interim Menko Polkam akan diumumkan setelah penetapan resmi ditandatangani oleh Presiden Prabowo.

Sementara itu, terkait posisi Menpora, Prasetyo menyebut bahwa pejabat pengganti telah ditentukan namun belum dapat hadir dalam pelantikan hari ini.

“Berkenaan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, jadi pengganti Menteri Pemuda dan Olahraga kebetulan sedang berada di luar kota, sehingga tidak bisa mengikuti pelantikan pada sore hari. Akan dijadwalkan kembali di prosesi pelantikan yang berikutnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Jokowi Sebut Indonesia Butuh Presiden yang Berani dan Konsisten

Mengenai perubahan formasi kabinet ini, Prasetyo menegaskan bahwa seluruh keputusan merupakan bagian dari hak prerogatif Presiden Prabowo dan telah melalui proses evaluasi menyeluruh.

“Perubahan ini tentu menjadi bagian dari dinamika dalam pemerintahan, dan merupakan hasil dari evaluasi yang dilakukan Presiden secara menyeluruh terhadap kinerja kementerian,” tuturnya

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Salemba, Polisi Turun Selidiki Motif OTK

Aliansi.co, Jakarta- Polisi menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus (AY) di kawasan...