Tak hanya menyasar sejumlah masjid di wilayah Jakarta Selatan, dalam pengakuan warganet kepada Reda, pelaku juga diketahui menyabotase QRIS di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Selatan.
Qriskotak amal di Masjid yang berlokasi di lingkar Istana Negara itu rupanya sudah diganti dengan QRIS milik pelaku dengan rekening yang sama, yakni Restorasi Masjid. Hal tersebut ditunjukkan Reda dari pengakuan warganet kepadanya.
“Assalamualaikum kang, Istiqlal juga kena ini ban,” ungkap seorang warganet kepada Reda.
“ID Card yang dititip ke petugas namanya dia juga,” tambahnya dalam caption foto.
Pelaku Terlacak Warga Medan
Lewat statusnya, Reda Samudera turut membeberkan sejumlah fakta yang diperoleh dari warganet. Para warganet itu mengaku menjadi korban penipuan pelaku yang disebut warga Medan bernama Mohammad Iman Mahlil Lubis.
Satu di antaranya korban penipuan. “Bismillah kang, ana tau pelaku penukaran QRIS itu, kebetulan ana korban beliau,” chat seorang korban lewat direct messages dengan Reda Samudera.
“Orang mana, tau darimana itu orangnya, tinggal di mana,” tanya Reda.
“Orang Medan, kebetulan ana ditipu perumahan syariah yang beliau buat,” balas akun tersebut seraya membagikan potret ketika bersama pelaku.
Pernyataan tersebut pun disambut ramai warganet. Mereka pun mengirimkan pesan langsung kepada Reda.
Mereka mengaku menjadi korban penipuan pelaku, mulai dari penipuan perumahan syariah, penipuan jual beli ponsel dan lainnya.
“Bang itu orang yang dicari-cari sama suami saya dan temennya, katanya mau pulang ke Medan dijanjiin terus ternyata belum balik-balik lagi ke Medan. Masih berbaik sangka juga sama beliau, ternyata pas lihat video ini memang dia bukan orang yang baik, Qodarullah, uang bisnis iphone lenyap di tangan dia,” tulis seorang warga.
“Semoga Allah gantikan dengan yang lebih baik dan penggugur dosa,” balas Reda.
“Aamiin Allahuma ammmiin, semoga ada yang laporin beliau di sana, biar nggak bisa ke mana-mana lagi, udah banyak yang jadi korban,” ungkapnya membalas doa Reda.
