Jumat, April 3, 2026

Viral Tumpukan Sampah di Kramat Jati, Perumda Pasar Jaya Minta Maaf dan Percepat Pengangkutan

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Perumda Pasar Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada publik setelah tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati viral di media sosial.

Perusahaan daerah itu pun bergerak cepat mempercepat proses pengangkutan guna mengatasi persoalan tersebut.

Manajer Humas Perumda Pasar Jaya Topik Hidayatulloh mengatakan, pihaknya kini mengintensifkan penanganan sampah dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Langkah ini dilakukan agar aktivitas pasar tetap berjalan lancar dan kenyamanan pedagang serta pengunjung terjaga.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini kami terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah dapat segera terangkut sepenuhnya,” ujar Topik di Jakarta, Sabtu (28/3).

Baca Juga :  Berhadiah Rp 5 Juta, 64 Peserta Ramaikan Turnamen Bulutangkis Ketua DPRD Cup 2023

Sebelumnya, kondisi penumpukan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial.

Volume sampah diperkirakan mencapai sekitar 6.970 ton atau setara dengan kurang lebih 410 truk tronton.

Topik menjelaskan, penumpukan tersebut dipicu kendala teknis dalam penyediaan armada pengangkutan yang terjadi sejak 9 Maret 2026.

Akibatnya, distribusi dan pengangkutan sampah sempat terhambat.

Sebagai langkah percepatan, Perumda Pasar Jaya berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga :  Antisipasi Kenalan Remaja, Pemkot Jaksel Sosialisasikan Wawasan Tentang Hukum kepada Pelajar dan Guru

Dalam dua hari terakhir, progres pengangkutan menunjukkan peningkatan signifikan dengan dikerahkannya 33 truk tronton, terdiri dari 20 armada pada hari sebelumnya dan 13 armada pada hari ini.

Pembersihan intensif, lanjut Topik, akan terus dilakukan hingga kondisi pasar kembali normal.

Selain itu, di lapangan juga dilakukan penertiban dan penyaringan (screening) untuk memastikan alur pembuangan sampah tetap terkendali dan mencegah penumpukan berulang.

Untuk memperkuat sistem pengelolaan, Perumda Pasar Jaya juga menyiapkan langkah berkelanjutan.

Baca Juga :  DPRD DKI Kecewa Perumda Pasar Jaya Lemah Serap Suntikan PMD

Dalam jangka pendek, pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik per unit tengah diproses dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir April 2026.

Sementara dalam jangka panjang, Pasar Jaya akan mengembangkan teknologi pengolahan sampah, seperti thermal hydrolysis dan sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero), sebagai solusi untuk mengolah sampah langsung dari sumbernya.

“Langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan saat ini, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Salemba, Polisi Turun Selidiki Motif OTK

Aliansi.co, Jakarta- Polisi menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus (AY) di kawasan...