Sabtu, Oktober 3, 2026

Wamenko Otto Hasibuan Dorong AKPI Bersinergi dengan Pemerintah

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, menegaskan bahwa integritas merupakan pilar utama dalam menjalankan profesi sebagai kurator dan pengurus.

Menurutnya, kepercayaan publik terhadap profesi ini hanya dapat terjaga apabila para kurator dan pengurus memegang teguh nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugasnya.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Pengurus Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) periode 2025–2028 di Jakarta, pada Senin malam (6/10/2025).

“Saya berharap AKPI betul-betul dapat melaksanakan tugasnya sebagai kurator dan pengurus yang bertanggung jawab serta memiliki integritas. Ini penting, karena tanpa integritas, profesi ini tidak akan dipercaya publik,” ujar Otto, dikutip Selasa (7/101/2025).

Baca Juga :  Awal Pembunuhan Jasad Dalam Karung, Bermula dari Sakit Hati dan Bawa Kabur Motor, tetapi Terkunci

Otto juga menekankan para kurator dan pengurus harus mengedepankan kejujuran dan rasa tanggung jawab tinggi, tidak hanya kepada kreditur dan debitur, tetapi juga kepada masyarakat luas.

Menurutnya, kepercayaan publik adalah modal utama bagi profesi ini untuk dapat berfungsi secara adil dan profesional.

Otto juga menyampaikan keyakinannya bahwa AKPI di bawah kepemimpinan Jimmy Simanjuntak sebagai Ketua Umum, akan semakin baik, solid, dan dipercaya publik.

“Saya harap mereka punya integritas, kejujuran, dan tanggung jawab yang hebat-baik kepada kreditur, debitur, maupun masyarakat. Saya yakin, di bawah kepemimpinan Pak Jimmy, AKPI akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Insiden Mobil BMW Tabrak Mahasiswa UGM, Keluarga Christiano Tarigan Minta Maaf

Lebih lanjut, Otto mengingatkan kembali sejarah berdirinya AKPI yang berawal dari masa krisis ekonomi tahun 1998.

Saat itu, katanya, lahir Undang-Undang Kepailitan, dan AKPI dibentuk sebagai organisasi profesi yang bertugas mendukung implementasi undang-undang tersebut di lapangan.

“AKPI ini adalah organisasi profesi kurator pertama yang didirikan di Indonesia, kalau saya tidak keliru, sekitar tahun 1998 saat krisis ekonomi,” ungkapnya.

“Saat itu, lahirlah Undang-Undang Kepailitan, dan AKPI didirikan sebagai organisasi yang mendukung dan melaksanakan undang-undang tersebut,” sambungnya.

Baca Juga :  Komplotan Pemeras Spesialis Tamu Hotel Digulung Polisi, Bak Paparazzi Kuntit Korbannya hingga ke Rumah

Otto menegaskan bahwa tanpa keberadaan AKPI, penerapan Undang-Undang Kepailitan tidak akan berjalan secara efektif karena peran kurator sangat vital dalam proses tersebut.

Untuk itu, ia mendorong agar AKPI terus membangun kolaborasi yang erat dengan pemerintah demi memperkuat penegakan hukum di bidang kepailitan di Indonesia.

“Kalau pada waktu itu tidak ada AKPI, maka tidak akan ada kurator yang melaksanakan Undang-Undang Kepailitan. Karena itu, pemerintah harus bersinergi dengan AKPI, berdiri bersama, dan berkolaborasi demi memperkuat penegakan hukum di bidang kepailitan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...