Selasa, Agustus 18, 2026

Penembakan di Rest Area KM 45 Tol Jakarta-Merak Berawal Bujuk Rayu Komplotan Penggelapan Mobil Rental kepada Anggota TNI AL

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Panglima Komando Armada (Koarmada) Laksamana Madya TNI Denih Hendrata membantah tudingan bahwa prajurit TNI AL yang terlibat dalam penembakan di Rest Area KM 45 Tol Jakarta-Merak sebagai penadah mobil curian.

Ia mengungkapkan peristiwa penembakan terhadap bos rental mobil Ilyas Abdurahman itu berawal dari adanya bujuk rayu komplotan penggelapan mobil rental kepada anggota TNI AL.

Hal itu itu disampaikan Laksamana Madya Denih Hendrata dalam konferensi pers di Markas Koarmada, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2025).

Baca Juga :  Pasang Tarif Rp15 Juta Sekali Kencan, PSK Bule Ditangkap Imigrasi

“Kejadian yang sebenarnya itu saya terima langsung dari tiga anggota ini. Kita melihat ini murni sebagai pembeli, karena anggota ini mungkin ingin memiliki kendaraan pribadi,” kata Denih.

“Justru saya gelar konferensi pers ini supaya semua tahu bahwa kejadian yang sebenarnya seperti apa,” sambungnya.

Denih mengungkapkan, anggota tersebut awalnya merasa tidak ada masalah saat hendak membeli mobil tersebut.

Baca Juga :  Bentrok Rebutan Lahan Sengketa di Kemang, 9 Orang Ditetapkan Tersangka

Apalagi mobil itu awalnya dijual secara online dengan harga Rp 135 juta.

Namun, karena pihak penjual tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan kendaraan berupa STNK dan BPKB, mobil tersebut akhirnya dibeli dengan harga Rp 40 juta.

“Tapi karena penjual itu tidak bisa menunjukkan surat STNK dan BPKB, maka perjanjain sebetulnya sudah mau di-cancel, enggak jadi dah, tapi karena bujuk rayu di situ akhirnya dibawa juga,” katanya.

Baca Juga :  Dilaporkan ke Polisi, Manajer Cabul di Cikarang Panik, Lobi Pacar Alfi Damayanti Minta Damai

Lalu, kata Denih, salah satu anggota TNI AL yang ingin membeli mobil tersebut mengirim down payment (DP) sebesar Rp40 juta.

“Tadi kan disebutkan oleh Bapak Kapolda dibeli dengan 40 juta, dan itu mobil diambil tanpa surat,” ujarnya.

“Dan itu ada perjanjian, nanti didalami lagi benar atau tidak nanti dari Puspomal,” sambungnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...