Selasa, Mei 19, 2026

Sosok Bontor Tobing Calon Ketua Dewan Kehormatan AKPI, Penuh Inspirasi dan Komitmen Jaga Marwah Profesi

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Sosok advokat senior Bontor Octavianus L Tobing, mencuri perhatian dalam rangkaian pendaftaran calon pengurus Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) periode 2025–2028 yang resmi dibuka pada Jumat (19/7/2025).

Bontor hadir langsung mendampingi pasangan JRE (Jimmy, Resha, Edo) saat mendaftarkan pencalonannya sebagai pengurus AKPI untuk periode mendatang.

Tak hanya hadir sebagai pendukung, Bontor ternyata menerima mandat sebagai calon Ketua Dewan Kehormatan AKPI periode 2025-2028.

Baca Juga :  Dilarang Ikut Muscab Peradi Jakarta Selatan, Puluhan Advokat Pemegang Kartu DPN Geruduk Panitia

“Ya benar, saya menerima mandat menjadi calon Ketua Dewan Kehormatan AKPI. Amanah ini siap saya jalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Bontor, saat ditemui di Sekretariat AKPI, Jakarta, Jumat.

Bagi Bontor, Dewan Kehormatan sangat krusial dalam menjaga marwah profesi kurator dan pengurus, khususnya di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Ia menegaskan, tugas utama Dewan Kehormatan bukan hanya menegakkan disiplin, tetapi juga menjadi benteng pelindung etika dan marwah profesi kurator serta pengurus.

Baca Juga :  Buntut ASN Kemenperin, Polri Akan Blokir 191 Ribu HP Ilegal, Paling Banyak iPhone

“Saya berkomitmen menegakkan kode etik secara adil, proporsional, dan berlandaskan integritas,” ujar Bontor.

Ia menyadari bahwa tantangan profesi semakin besar, termasuk potensi kriminalisasi dan tekanan eksternal terhadap anggota AKPI.

Oleh karena itu, ia berjanji bahwa penegakan etika akan dilakukan dengan pendekatan yang bijak dan konstruktif, bukan represif.

“Penegakan kode etik harus dilakukan dengan bijak dan tetap melindungi anggota dari potensi kriminalisasi atau hambatan eksternal yang dapat merugikan profesi,” tegasnya.

Baca Juga :  Sedih Lihat Pengacara Jokowi, Hotman Paris Minta Hak Pendampingan di RUU KUHAP Tak Dihapus

Tak hanya itu, Bontor juga berkomitmen membangun budaya organisasi yang sehat.

Dia tak ingin posisi Dewan Kehormatan sebagai momok, melainkan mitra dalam menjaga standar etika.

“Kami berharap dapat menegakkan kode etik dengan baik, ramah, dan amanah. Dewan Kehormatan harus menjadi ruang pembinaan, bukan sekadar pemidanaan internal,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...