Sabtu, Oktober 3, 2026

Sosok Bontor Tobing Calon Ketua Dewan Kehormatan AKPI, Penuh Inspirasi dan Komitmen Jaga Marwah Profesi

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Sosok advokat senior Bontor Octavianus L Tobing, mencuri perhatian dalam rangkaian pendaftaran calon pengurus Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) periode 2025–2028 yang resmi dibuka pada Jumat (19/7/2025).

Bontor hadir langsung mendampingi pasangan JRE (Jimmy, Resha, Edo) saat mendaftarkan pencalonannya sebagai pengurus AKPI untuk periode mendatang.

Tak hanya hadir sebagai pendukung, Bontor ternyata menerima mandat sebagai calon Ketua Dewan Kehormatan AKPI periode 2025-2028.

Baca Juga :  Noverizky Tri Putra Siap Nahkodai Ilumni FH Unpar

“Ya benar, saya menerima mandat menjadi calon Ketua Dewan Kehormatan AKPI. Amanah ini siap saya jalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Bontor, saat ditemui di Sekretariat AKPI, Jakarta, Jumat.

Bagi Bontor, Dewan Kehormatan sangat krusial dalam menjaga marwah profesi kurator dan pengurus, khususnya di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Ia menegaskan, tugas utama Dewan Kehormatan bukan hanya menegakkan disiplin, tetapi juga menjadi benteng pelindung etika dan marwah profesi kurator serta pengurus.

Baca Juga :  Bupati Sidoarjo Ditetapkan Tersangka Kasus Pemotongan Dana Insentif

“Saya berkomitmen menegakkan kode etik secara adil, proporsional, dan berlandaskan integritas,” ujar Bontor.

Ia menyadari bahwa tantangan profesi semakin besar, termasuk potensi kriminalisasi dan tekanan eksternal terhadap anggota AKPI.

Oleh karena itu, ia berjanji bahwa penegakan etika akan dilakukan dengan pendekatan yang bijak dan konstruktif, bukan represif.

“Penegakan kode etik harus dilakukan dengan bijak dan tetap melindungi anggota dari potensi kriminalisasi atau hambatan eksternal yang dapat merugikan profesi,” tegasnya.

Baca Juga :  Kejagung Perpanjang Masa Penahanan Tersangka Dugaan Korupsi BTS

Tak hanya itu, Bontor juga berkomitmen membangun budaya organisasi yang sehat.

Dia tak ingin posisi Dewan Kehormatan sebagai momok, melainkan mitra dalam menjaga standar etika.

“Kami berharap dapat menegakkan kode etik dengan baik, ramah, dan amanah. Dewan Kehormatan harus menjadi ruang pembinaan, bukan sekadar pemidanaan internal,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...