Sabtu, Oktober 3, 2026

Jakarta Timur Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hadapi Musim Penghujan

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2025/2026 di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (23/10).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, dan diikuti sekitar 400 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Suku Dinas terkait, BPBD, Dinas Sosial, hingga relawan kebencanaan.

Apel tersebut digelar sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada November hingga Desember 2025, sekaligus untuk memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia dalam penanganan potensi bencana di wilayah Jakarta Timur.

Baca Juga :  Perahu Evakuasi Terbalik, Balita di Tebet Hanyut Terbawa Banjir, Hingga Kini Belum Ditemukan 

“Kita lakukan pengecekan kesiapan seluruh unsur, baik dari SDA, Bina Marga, Satpol PP, Kepolisian, TNI, BPBD, maupun Suku Dinas Sosial untuk menghadapi musim penghujan,” ujar Munjirin, Jumat (24/10/2025).

Ia menegaskan, wilayah Jakarta Timur dilalui oleh sembilan sungai besar, sehingga memiliki potensi tinggi terhadap genangan maupun banjir.

Karena itu, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam menjaga kesiapsiagaan seluruh peralatan dan personel di lapangan.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Instruksikan Jajarannya Siaga di Lokasi Rawan Bencana

“Setiap wilayah sudah mengetahui titik-titik rawan genangan di daerahnya. Maka sebelum itu terjadi, peralatan sudah harus siap. Begitu ada genangan, Damkar dan Sudin SDA segera melakukan penyedotan, Pertamanan bergerak, dan Dinas Perhubungan mengatur lalu lintas,” jelasnya.

Selain kesiapan teknis, Munjirin menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jakarta Timur juga telah melakukan pengerukan rutin di sembilan sungai utama, serta menyiapkan titik-titik pengungsian, posko kesehatan, dan posko bantuan sosial.

Baca Juga :  Stop BAB Sembarangan, Wali Kota Jakarta Timur Bongkar Jamban Helikopter di Kali Baru

“Semua sudah kita siapkan dan disinergikan dengan TNI-Polri serta unsur relawan. Pengerukan sungai terus berjalan tanpa batas waktu karena jumlahnya cukup banyak di wilayah kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia memastikan koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana selama musim hujan berlangsung.

“Kita optimis, dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak, Jakarta Timur siap menghadapi musim penghujan dan menjaga keselamatan warga,” tutup Munjirin.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...