Selasa, Mei 19, 2026

Polisi Tangguhkan Penahanan Bahar Smith, Minta Maaf ke GP Ansor Lewat Video

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Polisi menangguhkan penahanan Habib Bahar bin Smith setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan.

Kuasa hukum menyebut, selain kooperatif, Bahar juga telah menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah video.

Kuasa hukum Bahar, Ichwan Tuankotta, mengatakan penangguhan penahanan tersebut dikabulkan oleh Kapolres Metro Tangerang Kota atas permohonan tim penasihat hukum.

“Habib diberikan penangguhan penahanan. Itu juga atas permohonan kami sebagai tim kuasa hukumnya, tim Habib Bahar bin Smith, dan dikabulkan Kapolres,” ujar Ichwan, Rabu (11/2/2026) malam.

Baca Juga :  Terkuak Fakta Baru, Tak Hanya Imam Masykur yang Diculik Praka Riswandi Manik Cs

Dengan dikabulkannya penangguhan itu, Bahar diperbolehkan pulang dan tidak menjalani penahanan.

Ichwan menjelaskan, ada sejumlah pertimbangan yang diajukan dalam permohonan tersebut.

Di antaranya, Bahar disebut sebagai tulang punggung keluarga dan memiliki tanggung jawab sebagai pengajar.

“Beliau juga guru yang harus mengajar santrinya. Kemudian, beliau akan kooperatif untuk menjalani proses ini dan ada jaminan pihak keluarga,” kata dia.

Selain itu, lanjut Ichwan, Bahar Smith juga telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video yang beredar.

Baca Juga :  Bahar Smith Laporan Ditembak OTK, Begini Ceritanya

Dalam rekaman tersebut, Bahar membacakan pernyataan maaf dan didampingi tiga rekannya.

“Saudara-saudaraku, sebagaimana kita ketahui dengan adanya kejadian beberapa waktu yang lalu, saya bersama dengan Haji Arif, Haji Edi dan Pak Dwi, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa kepada saudara kita Pak Rida,” ujar Bahar dalam video tersebut.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Keluarga Besar GP Ansor, khususnya GP Ansor Tangerang, Banten.

Baca Juga :  Belajar dari Medsos, Karyawan KAI Terduga Teroris Berniat Serang Mako Brimob dan Markas TNI

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada Keluarga Besar GP Ansor, khususnya keluarga kami di GP Ansor Tangerang, Banten. Kejadian ini menjadi pelajaran untuk kita semua untuk bersama-sama menjaga ukhuwah Islamiyah,” ucapnya.

Sebelumnya, Polres Metro Tangerang Kota menetapkan Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap anggota Banser bernama Rida.

Peristiwa itu terjadi saat acara Maulid Nabi di Cipondoh pada September 2025.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...