Rabu, Mei 20, 2026

Belajar dari Medsos, Karyawan KAI Terduga Teroris Berniat Serang Mako Brimob dan Markas TNI

WIB

Aliansi.co, Jakarta- DE, terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Bekasi, berencana melakukan aksi penyerangan ke Mako Brimob Kelapa Dua.

Karyawan PT Kereta Api Indonesia ini juga telah menandai Markas TNI yang menjadi target serangannya.

Juru Bicara Densus 88 Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan hasi pemeriksaan penyidik, DE punya niat melakukan aksi penyerangan atau amailyah ke Mako Brimob Polri dan Markas TNI

“Memiliki rencana atau niatan untuk melakukan aksi kembali ke Mako Brimob yang di Kelapa Dua dan Mako Brimob yang di Jawa Barat,” ucap Aswin dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/8/2023).

Baca Juga :  Razman Nasution Cs Resmi Dilaporkan Ke Bareskrim Polri, PN Jakut Tuduhkan 3 Pasal Berlapis

Aswin menjelaskan, DE juga berencana menyerang beberapa Markas TNI yang lokasinya sudah dikenali.

“Terhadap beberapa markas tentara (TNI) yang sudah dikenali atau ditandai di-profiling oleh yang bersangkutan,” sambungnya.

Untuk mewujudkan aksinya itu, DE melakukan latihan-latihan di beberapa lokasi.

DE melakukan latihan-latihan belajar dari tayangan aksi teroris di media sosial (medsos).

Baca Juga :  Pastikan Mudik Berjalan Lancar, Ridwan Kamil Minta Perbaikan Jalan di Bekasi Dipercepat

“Sudah beberapa kali melakukan latihan,” ucap Aswin.

DE, kata dia, juga mengaku terinspirasi dari tayangan aksi pemberontakan para narapidana yang pernah terjadi di Mako Brimob.

“Yang bersangkutan terinsipirasi karena memiliki giroh (hasrat) karena setelah melihat aksi pemberontakan atau perlawanan teroris di Mako Brimob,” jelasnya.

“Dari aksi itu kemudian penyidik melakukan penggeledahan dan menangkap DE, ” sambungnya.

Baca Juga :  Aksi Heroik Wanita Muda Teriak Lantang Gagalkan Pemalakan di Dalam Busway

Sebelumnya, Tim Densus 88 mengamankan terduga DE di rumahnya dj Bekasi, Senin (14/8/2023)).

Karyawan PT KAI itu diduga terlibat aksi terorisme.

Terduga disebutkan berbaiat dengan ISIS dan aktif menyebarkan propaganda di media sosial Facebook.

Dari penggeledahan, Tim Densus menyita sebanyak 18 senjata api pabrikan serta rakitan beserta puluhan amunisi.

Selain itu juga terdapat bendera lambang ISIS dan sejumlah buku panduan jihad yang disimpan terduga di rumahnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...