Aliansi.co, Jakarta- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat untuk tidak boros dalam menggunakan LPG sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.
Imbauan ini ditegaskan Bahli buntut konflik di Timur Tengah yang hingga kini masih memanas.
Menurut Bahlil, peran masyarakat sangat penting dalam mendukung pengelolaan energi, terutama dalam penggunaan energi sehari-hari seperti LPG dan bahan bakar minyak (BBM).
Ia menekankan agar masyarakat menggunakan energi secara bijak dan tidak berlebihan.
“Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan (LPG) kompornya boros,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (27/3/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan BBM harus sesuai peruntukannya. Bahlil menegaskan, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak diperuntukkan bagi kebutuhan industri.
“SPBU ini bukan untuk industri, jadi tolong dipakai dengan bijaksana. Karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk bersama-sama memakai energi secara bijaksana,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bahlil memastikan bahwa pemerintah tetap menjamin pasokan dan stabilitas energi nasional, meskipun saat ini terjadi ketidakstabilan pasokan BBM global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Ia menyebut, langkah-langkah strategis telah dilakukan pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk mencari sumber pasokan minyak dari berbagai negara serta mengoptimalkan energi dalam negeri.
“Perintah Bapak Presiden untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak dari semua negara. Kemudian optimalkan semua energi yang kita miliki. Harus yakinkan rakyat Indonesia, bahwa solar tidak lagi impor,” tegasnya.
Bahlil menambahkan, untuk BBM jenis bensin, Indonesia masih mengimpor sekitar 50 persen kebutuhan, sementara sisanya dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Meski demikian, pemerintah terus mencari alternatif pasokan, termasuk dari minyak mentah (crude), guna memperkuat ketahanan energi nasional.
“Jadi, clear. BBM berbentuk bensin, sebagian 50 persen kita masih impor, sebagian kita dalam negeri. Tetapi kita sudah mencari alternatif-alternatifnya, termasuk crude (minyak mentah)-nya,” kata Bahlil.
