Jumat, April 3, 2026

Jaga Ketahanan Energi, Menteri Bahlil Minta Warga Tidak Boros LPG

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat untuk tidak boros dalam menggunakan LPG sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Imbauan ini ditegaskan Bahli buntut konflik di Timur Tengah yang hingga kini masih memanas.

Menurut Bahlil, peran masyarakat sangat penting dalam mendukung pengelolaan energi, terutama dalam penggunaan energi sehari-hari seperti LPG dan bahan bakar minyak (BBM).

Ia menekankan agar masyarakat menggunakan energi secara bijak dan tidak berlebihan.

Baca Juga :  Jokowi Dorong Penanaman Jagung di Keerom, Papua Dimaksimalkan

“Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan (LPG) kompornya boros,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (27/3/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan BBM harus sesuai peruntukannya. Bahlil menegaskan, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak diperuntukkan bagi kebutuhan industri.

“SPBU ini bukan untuk industri, jadi tolong dipakai dengan bijaksana. Karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk bersama-sama memakai energi secara bijaksana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahlil memastikan bahwa pemerintah tetap menjamin pasokan dan stabilitas energi nasional, meskipun saat ini terjadi ketidakstabilan pasokan BBM global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Banyak Tidak Tepat Sasaran, Prabowo Instruksikan Evaluasi Penyaluran Bansos

Ia menyebut, langkah-langkah strategis telah dilakukan pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk mencari sumber pasokan minyak dari berbagai negara serta mengoptimalkan energi dalam negeri.

“Perintah Bapak Presiden untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak dari semua negara. Kemudian optimalkan semua energi yang kita miliki. Harus yakinkan rakyat Indonesia, bahwa solar tidak lagi impor,” tegasnya.

Baca Juga :  Penerbangan Jemaah Haji Sering Molor, Kemenag Sentil Garuda Indonesia

Bahlil menambahkan, untuk BBM jenis bensin, Indonesia masih mengimpor sekitar 50 persen kebutuhan, sementara sisanya dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Meski demikian, pemerintah terus mencari alternatif pasokan, termasuk dari minyak mentah (crude), guna memperkuat ketahanan energi nasional.

“Jadi, clear. BBM berbentuk bensin, sebagian 50 persen kita masih impor, sebagian kita dalam negeri. Tetapi kita sudah mencari alternatif-alternatifnya, termasuk crude (minyak mentah)-nya,” kata Bahlil.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Salemba, Polisi Turun Selidiki Motif OTK

Aliansi.co, Jakarta- Polisi menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus (AY) di kawasan...