Aliansi.co,Jakarta- Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Sudin Citata) Jakarta Selatan memeriksa sebanyak 650 bangunan sepanjang Januari hingga Juni 2026 guna memastikan aspek keselamatan dan kelayakan gedung di wilayahnya.
Hingga triwulan II 2026, pemeriksaan yang dilakukan telah mencapai sekitar 40 persen dari total bangunan yang telah didata.
Kepala Sudin Citata Jakarta Selatan Andy Lazuardy mengatakan, pemeriksaan standar keselamatan bangunan terus diintensifkan terutama setelah insiden Terra Drone yang menelan korban jiwa akibat akses gedung yang dinilai tidak memadai.
“Upaya ini dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan dan kelayakan bangunan, terutama setelah insiden Terra Drone,” kata Andy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, lanjut Andy, pemeriksaan dilakukan oleh tim khusus yang melibatkan sejumlah instansi.
Selain Sudin Citata, penilaian juga melibatkan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), unsur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga inspektorat.
Tim tersebut menilai berbagai aspek keselamatan dan kelayakan bangunan.
Hasil pemeriksaan dari seluruh instansi kemudian menjadi dasar penentuan status bangunan, apakah dinyatakan layak, kurang layak, atau tidak layak digunakan.
“Setelah seluruh hasil pemeriksaan dikumpulkan, selanjutnya ditentukan apakah bangunan tersebut layak, kurang layak, atau tidak layak digunakan,” ujar Andy.
Selama proses pengawasan, petugas juga masih menemukan sejumlah bangunan yang belum memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Meski demikian, pihaknya lebih mengedepankan langkah pembinaan dengan meminta pemilik bangunan segera melengkapi dokumen tersebut.
“Namun, apabila tidak ada tanggapan, kami akan menerbitkan surat peringatan,” ungkap Andy.
Ia berharap kegiatan pemeriksaan terhadap ratusan gedung tersebut dapat meningkatkan kesadaran pemilik maupun pengelola bangunan mengenai pentingnya memenuhi standar keselamatan, termasuk memastikan kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi.
“Harapan kami, pemilik gedung lainnya juga segera melakukan evaluasi terhadap bangunannya, termasuk memastikan kepemilikan SLF,” imbuh Andy.
