Sabtu, Agustus 8, 2026

Digetok Jatah Bulanan oleh Oknum RT, Pedagang Kopi di Pondok Pinang Menjerit

WIB

Aliansi.co,Jakarta Sejumlah pedagang kecil di Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengeluhkan pungutan iuran bulanan yang mengatasnamakan pengurus RT setempat.

Pungutan tersebut dikenakan kepada pedagang yang berjualan di sekitar kawasan Terminal Bus Pasar Jumat, Pondok Pinang.

Salah seorang pedagang kopi, Asep (nama samaran), mengaku telah lama diminta membayar iuran setiap bulan.

Asep bahkan menunjukkan kuitansi pembayaran yang mencantumkan nama pengurus RT.

Dalam kuitansi itu tertulis pembayaran iuran bulanan yang mengatasnamakan pengurus RT 08/07.

Nilai iuran yang dibebanka kepada Asep tercatat sebesar Rp30.000 per bulan.

Baca Juga :  Polisi Temukan Bukti Ini dari Kantong Sopir Truk Kontainer Ugal-ugalan di Tangerang

Kuitansi tersebut juga dibubuhi tanda tangan atas nama Tiharoh selaku Ketua RT.

“Iuran bulanan Agustus dari RT,” kata Asep saat ditemui, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Asep, pungutan tersebut bukan baru dilakukan.

Iuran itu telah berlangsung cukup lama sehingga dirinya sempat mengira pembayaran tersebut merupakan kewajiban resmi bagi para pedagang.

“Sudah lama. Awalnya saya kira memang iuran resmi,” ujarnya.

Namun, kondisi ekonomi yang semakin sulit membuat iuran tersebut kini dirasakan cukup memberatkan.

Kuitansi iuran bulan mengatasnamakan RT setempat.
Kuitansi iuran bulan mengatasnamakan RT setempat.

Terlebih, jumlah pembeli dan omzet pedagang di kawasan tersebut belakangan tidak menentu.

Baca Juga :  Pansus DPRD Bongkar Penyelewengan Fasos-Fasum Aset DKI, Langkah Hukum Disiapkan

Asep juga mengaku tidak mengetahui secara pasti peruntukan uang iuran yang dibayarkan setiap bulan.

Dia mengatakan, penyerahan kuitansi sekaligus penagihan dilakukan oleh orang yang disebut sebagai suruhan Ketua RT.

Asep mengaku tidak pernah mendapat penjelasan langsung dari oknum pengurus RT terkait iuran tersebut.

“Sama Bu RT enggak pernah ketemu karena yang datang minta uang orang suruhannya,” katanya.

Besaran iuran yang dibayarkan para pedagang juga disebut tidak seragam.

Selain Rp30.000, terdapat pedagang yang diminta membayar hingga Rp50.000 setiap bulan.

Menurut Asep, besaran iuran tersebut disebut menyesuaikan jenis atau kondisi usaha masing-masing pedagang.

Baca Juga :  Lima Pejabat Eselon DKI Jalani Fit and Proper Test, Wali Kota Jakarta Utara Diganti

“Kalau sekarang dagangan lagi sepi, tetap harus bayar. Itu yang terasa berat,” katanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai adanya pungutan tersebut, Tiharoh yang mengklaim sebagai Ketua RT membenarkan adanya iuran bulanan yang dipungut dari pedagang.

“Iya benar, tapi setahu saya itu untuk Aya (pedagang kopi),” kata Tiharoh.

Tiharoh meminta persoalan mengenai iuran tersebut tidak dibesar-besarkan.

Menurut dia, persoalan tersebut sebaiknya dikomunikasikan terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Iya, kan bisa dikomunikasikan dulu dengan saya,” ujarnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...

Maling Congkel Jendela Rumah Warga Gandaria Utara, Laptop-HP hingga Uang Digondol

Aliansi.co,Jakarta- Rumah warga di Jalan Karya Utama RT 012/RW 06, Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi sasaran aksi pencurian. Pelaku menggondol laptop, telepon...

“Dia Pegang-pegang Saya”, Awal Mula Cekcok yang Berujung Mutilasi di Depok

Aliansi.co,Jakarta- Pengakuan Saepullah (26) mengungkap awal mula pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di sebuah kontrakan di Jalan Belimbing, Cipayung, Kota Depok. Kepada penyidik, Saepullah...

Bau Menyengat Ungkap Misteri Mayat Dalam Karung di Depok, Awalnya Disangka Sampah

Aliansi.co, Depok – Misteri karung putih yang tergeletak selama beberapa hari di sebuah tanah lapang di Jalan Raya Kav, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok,...

Polisi Buru Maling Tas Pedagang Martabak Mini saat Tidur, Ini Tampang Pelaku

Aliansi.co, Jakarta – Polisi tengah memburu pelaku pencurian tas milik seorang pedagang martabak mini yang terjadi saat korban tertidur di samping gerobaknya di Jalan...