Senin, Agustus 10, 2026

Targetkan Zero Dumping 2028, Pramono Ubah Pola Pengelolaan Sampah di Bantargebang

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pengelolaan sampah di Ibu Kota mencapai 100 persen pada 2028.

Target tersebut diarahkan untuk mewujudkan zero dumping di TPST Bantargebang dengan mengubah pola pengelolaan sampah dari sekadar angkut dan buang menjadi pilah, angkut, dan olah.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, perubahan sistem pengelolaan sampah menjadi bagian penting dari transformasi Jakarta sebagai kota global.

Menurut Pramono, Pemprov DKI telah mengubah paradigma pengelolaan sampah melalui Instruksi Gubernur Nomor 52 Tahun 2020.

“Kami mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 52 Tahun 2020 yang benar-benar mengubah pola Jakarta dalam penanganan sampah. Kalau dulu angkut buang dan ditimbun di Bantargebang, sekarang menjadi pilah, angkut, olah,” kata Pramono saat peluncuran Gerakan Nasional Perlindungan Sosial bagi Sektor Informal Persampahan Indonesia di RDF Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (10/8/2026).

Baca Juga :  Marak Kebakaran, Pramono Perintahkan Dinas Citata Audit Perizinan Kelayakan Gedung di Jakarta

Sejalan dengan kebijakan tersebut, mulai 1 Agustus 2026 TPST Bantargebang secara bertahap hanya menerima sampah residu.

Kebijakan itu menjadi salah satu tahapan menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan sekaligus menekan volume sampah yang berakhir di Bantargebang.

Pemprov DKI juga terus mengembangkan berbagai fasilitas pengolahan sampah di sejumlah wilayah, antara lain Bantargebang, Tanjung Priok, Sunter, dan Rorotan.

Pengembangan tersebut termasuk pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) yang ditujukan untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif sehingga volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan.

Baca Juga :  Pengamat Minta Gubernur Pramono Ganti Kadishub DKI yang Sudah Enam Tahun Menjabat

“Kalau sesuai dengan perencanaan, neraca sampah di tahun 2028 akan terselesaikan dan menjadi zero dumping yang ada di Bantargebang,” ujar Pramono.

Untuk mendukung target tersebut, lanjut Pramono, gerakan pemilahan sampah dari sumbernya juga terus didorong.

Hingga awal Agustus 2026, tingkat pemilahan sampah di Jakarta disebut telah mencapai 23,14 persen.

Dari sisi infrastruktur, Pemprov DKI saat ini memiliki 8.615 fasilitas pendukung pengelolaan sampah, termasuk 2.247 unit bank sampah dan 31 TPS 3R yang terus dikembangkan menjadi fasilitas pengolahan sampah.

Sejumlah fasilitas tersebut, kata dia, telah mampu menghasilkan produk olahan sampah dengan kapasitas sekitar 100-150 ton per hari.

Baca Juga :  Penertiban WNA Camping di Trotoar Setiabudi, Respons Pemkot Jaksel Usai Viral Keluhan Warga

Selain membangun infrastruktur pengolahan, Pemprov DKI memperkuat penegakan hukum terhadap pelanggaran pengelolaan sampah.

Salah satu yang menjadi perhatian ialah praktik pembuangan sampah secara ilegal oleh pelaku usaha.

Pramono menegaskan, pihaknya tidak akan lagi membiarkan perusahaan membuang sampah sembarangan.

Pemprov DKI bahkan meminta identitas perusahaan yang melakukan pelanggaran diumumkan kepada publik.

“Kalau dulu dibiarkan, sekarang saya minta yang seperti ini diumumkan kepada publik nama perusahaannya, dapat sampahnya dari mana, kenapa dibuang ke sana, dan sebagainya,” tegasnya.

Pemprov DKI, lanjut Pramono, telah memberikan sanksi administratif terhadap sejumlah pelaku. Masing-masing pelanggar dikenai denda Rp5 juta.

“Kalau masih mengulangi, kami akan tutup usahanya,” kata dia.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...

Maling Congkel Jendela Rumah Warga Gandaria Utara, Laptop-HP hingga Uang Digondol

Aliansi.co,Jakarta- Rumah warga di Jalan Karya Utama RT 012/RW 06, Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi sasaran aksi pencurian. Pelaku menggondol laptop, telepon...

“Dia Pegang-pegang Saya”, Awal Mula Cekcok yang Berujung Mutilasi di Depok

Aliansi.co,Jakarta- Pengakuan Saepullah (26) mengungkap awal mula pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di sebuah kontrakan di Jalan Belimbing, Cipayung, Kota Depok. Kepada penyidik, Saepullah...

Bau Menyengat Ungkap Misteri Mayat Dalam Karung di Depok, Awalnya Disangka Sampah

Aliansi.co, Depok – Misteri karung putih yang tergeletak selama beberapa hari di sebuah tanah lapang di Jalan Raya Kav, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok,...

Polisi Buru Maling Tas Pedagang Martabak Mini saat Tidur, Ini Tampang Pelaku

Aliansi.co, Jakarta – Polisi tengah memburu pelaku pencurian tas milik seorang pedagang martabak mini yang terjadi saat korban tertidur di samping gerobaknya di Jalan...