Sabtu, Agustus 22, 2026

KPK Bongkar Peran Guru dalam Dugaan Jual Beli Kursi Maba Unsoed

WIB

Aliansi.co, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap peran seorang guru dalam dugaan praktik jual beli kursi mahasiswa baru (maba) jalur mandiri Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Guru tersebut diduga menjadi penghubung sekaligus koordinator sejumlah siswa SMA yang ditawarkan untuk mendapatkan kursi di Unsoed.

Temuan itu terungkap dalam penyidikan kasus dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unsoed.

KPK menduga kursi mahasiswa baru ditawarkan dengan nilai yang sangat bervariasi, mulai dari Rp50 juta hingga mencapai Rp500 juta untuk setiap calon mahasiswa.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, penyidik menemukan adanya beberapa kelompok siswa SMA yang dikoordinasikan oleh seorang guru.

“Ada beberapa kelompok siswa dari SMA yang kemudian dikoordinasikan oleh seorang guru,” kata Achmad dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jumat malam (21/8/2026).

Baca Juga :  Moeldoko Tegaskan Rocky Gerung Telak Menyerang Pribadi Presiden Jokowi

KPK menduga guru tersebut berkomunikasi dengan Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto (ES).

KPK menemukan percakapan keduanya melalui aplikasi WhatsApp yang diduga membahas mekanisme penawaran kursi mahasiswa baru.

Menurut Achmad, komunikasi itu antara lain membicarakan jumlah kuota yang dapat ditawarkan serta besaran uang yang harus dibayarkan untuk setiap calon mahasiswa.

“Guru ini kemudian kami temukan percakapan di WA (WhatsApp) dengan ES. Kemudian, ini ada tawar-menawar jumlah kuotanya dan terkait per orangnya atau kepalanya itu berapa,” ujarnya.

Dari pola komunikasi tersebut, KPK menduga guru itu berperan sebagai perantara yang mengumpulkan atau mengoordinasikan calon mahasiswa untuk kemudian ditawarkan mendapatkan kursi melalui jalur mandiri Unsoed.

Baca Juga :  Calon Pengganti Wakapolri Gatot Eddy Santer di Komisi III DPR, Terungkap 4 Nama Jenderal

KPK juga menemukan adanya perbedaan harga dalam dugaan transaksi tersebut.

Nilai yang dibahas dalam komunikasi antara pihak-pihak terkait disebut mencapai ratusan juta rupiah untuk setiap calon mahasiswa.

“Untuk per kepala itu paling Rp500 juta sampai yang paling rendah itu ada Rp50 juta,” kata Achmad.

Temuan mengenai peran guru dan dugaan nilai transaksi tersebut kini menjadi bagian dari pendalaman penyidikan KPK.

Penyidik masih menelusuri jumlah siswa yang diduga terlibat, aliran uang, serta pihak lain yang berperan dalam praktik penawaran kursi mahasiswa baru tersebut.

Baca Juga :  Buntut Polisi Tembak Polisi, Kadiv Propam Polri Tegaskan Aturan Penggunaan Senpi

Kasus ini mencuat setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unsoed pada 20 Agustus 2026.

Dalam operasi tersebut, KPK menangkap sejumlah pejabat di lingkungan Rektorat Unsoed.

Mereka di antaranya Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Norman Arie Prayogo, serta Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof Kuat Puji Prayitno.

Setelah melakukan pemeriksaan dan gelar perkara, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka pada 21 Agustus 2026.

Keenam tersangka tersebut yakni Akhmad Sodiq, Norman Arie Prayogo, Mulyono yang merupakan keponakan Sodiq, Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto selaku perantara, serta Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...