Aliansi.co, Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan influenza.
Hingga Oktober 2026, jumlah kasus DBD di Jakarta Selatan tercatat mencapai 1.363 kasus.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, meskipun tren kasus DBD secara bulanan menunjukkan penurunan, sejumlah wilayah masih mencatat angka kasus yang cukup tinggi dan memerlukan perhatian serius.
Hal tersebut disampaikan Syafrin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Taklim (MT) Nalwa Putri, Jalan Tebet Utara, Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10).
Syafrin menyebutkan, Kecamatan Pasar Minggu mencatat kasus DBD tertinggi dengan 216 kasus, disusul Kecamatan Mampang Prapatan sebanyak 199 kasus.
“Meski tren bulanan menunjukkan adanya penurunan, masyarakat tetap harus waspada, terutama di wilayah dengan jumlah kasus yang masih tinggi,” ujarnya.
Untuk menekan penyebaran DBD, Syafrin mengajak masyarakat memperkuat Gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Selain itu, ia meminta warga melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin, baik di lingkungan rumah maupun di kawasan permukiman.
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Tak hanya DBD, Syafrin juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit pernapasan, termasuk Influenza Tipe A.
“Saya juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit respirasi seperti Influenza Tipe A. Warga diminta untuk senantiasa menjaga imunitas tubuh, menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta bijak mengenakan masker apabila merasa kurang sehat,” tuturnya.
