Kamis, Juli 16, 2026

Usai Sepekan Penanganan Sampah di Pasar Kramat Jati, Begini Kondisi Terkini

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Usai sepekan penanganan intensif, kondisi kebersihan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kini berangsur membaik.

Tumpukan sampah yang sebelumnya mengganggu aktivitas pasar mulai terurai seiring masifnya pengangkutan yang dilakukan Perumda Pasar Jaya.

Dalam periode 2 hingga 10 April 2026, Perumda Pasar Jaya mengerahkan total 228 rit armada pengangkut sampah, terdiri dari 212 unit tronton dan 16 unit tipper.

Intensitas pengangkutan yang tinggi ini dilakukan setiap hari untuk menekan volume sampah di kawasan Pasar Kramat Jati.

Baca Juga :  Buka Lomba Program, Wali Kota Jaktim Apresiasi Semangat Ibu-ibu PKK

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan mengatakan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

“Selain pengangkutan rutin, Perumda Pasar Jaya juga terus mengedukasi pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan serta mengelola sampah dengan lebih bijak,” ujar Agus, Jumat (10/4/2026).

Penanganan sampah ini juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta guna memastikan proses pengangkutan berjalan efektif dan tepat waktu, terutama di tengah tingginya aktivitas pasar.

Baca Juga :  Penataan Kawasan Barito, Pemprov DKI Siapkan Enam Pasar, Pedagang Bebas Pilih

Peningkatan jumlah rit pengangkutan disebut sebagai respons cepat terhadap lonjakan volume sampah, khususnya pada periode aktivitas pasar yang padat.

Meski kondisi mulai membaik, kegiatan pengangkutan sampah masih terus dilakukan untuk memastikan lingkungan pasar tetap bersih dan nyaman.

Sebagai langkah jangka panjang, Perumda Pasar Jaya juga tengah menguji coba penerapan teknologi thermal hydrolysis serta mengembangkan sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero) untuk mengolah sampah langsung dari sumbernya.

Baca Juga :  Kurangi Polusi Udara, ASN DKI dan Kementerian WFH Mulai September

Agus berharap, berbagai langkah tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir di TPST Bantar Gebang, Bekasi, sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap Pasar Induk Kramat Jati dapat menjadi contoh pasar yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memiliki standar kebersihan yang baik,” kata Agus.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Fakta Baru di Balik Teror Bom SD di Jaksel, Ternyata Gegara soal Pembelian Seragam Sekolah

Aliansi.co,Jakarta-Terungkap fakta baru di balik kasus ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi mengungkap aksi yang menggegerkan di...

Awal Terungkapnya Wali Murid sebagai Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Bermula dari Jejak Ini 

Aliansi.co,Jakarta- Kasus teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya berhasil diungkap polisi. Polisi mengungkap identitas pelaku yang ternyata merupakan seorang...

Tiga Polisi Gugur Diserang Gembong Narkoba, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Anumerta

Aliansi.co, Jakarta- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan...

Bang Jago di Jagakarsa Positif Narkoba, Dalih Pukul Orang karena Dengar “Bisikan”

Aliansi.co,Jakarta – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus pemukulan yang dilakukan FRS (37), pengendara Kawasaki Ninja RR yang videonya viral setelah menampar seorang pemotor...

“Video Call Bokap Lu”, Bang Jago Pengendara Ninja Ditangkap Polisi

Aliansi.co,Jakarta- Pengendara Kawasaki Ninja RR yang viral karena melakukan aksi pemukulan terhadap pengendara motor lain di Jalan Moch. Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya...