Kamis, April 16, 2026

Usai Sepekan Penanganan Sampah di Pasar Kramat Jati, Begini Kondisi Terkini

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Usai sepekan penanganan intensif, kondisi kebersihan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kini berangsur membaik.

Tumpukan sampah yang sebelumnya mengganggu aktivitas pasar mulai terurai seiring masifnya pengangkutan yang dilakukan Perumda Pasar Jaya.

Dalam periode 2 hingga 10 April 2026, Perumda Pasar Jaya mengerahkan total 228 rit armada pengangkut sampah, terdiri dari 212 unit tronton dan 16 unit tipper.

Intensitas pengangkutan yang tinggi ini dilakukan setiap hari untuk menekan volume sampah di kawasan Pasar Kramat Jati.

Baca Juga :  Pemkot Depok Siapkan Anggaran Rp 2,7 Miliar untuk Pengolahan Sampah

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan mengatakan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

“Selain pengangkutan rutin, Perumda Pasar Jaya juga terus mengedukasi pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan serta mengelola sampah dengan lebih bijak,” ujar Agus, Jumat (10/4/2026).

Penanganan sampah ini juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta guna memastikan proses pengangkutan berjalan efektif dan tepat waktu, terutama di tengah tingginya aktivitas pasar.

Baca Juga :  Warga Sambut Kehadiran Taman Kreatif Si Doel di Kebon Baru

Peningkatan jumlah rit pengangkutan disebut sebagai respons cepat terhadap lonjakan volume sampah, khususnya pada periode aktivitas pasar yang padat.

Meski kondisi mulai membaik, kegiatan pengangkutan sampah masih terus dilakukan untuk memastikan lingkungan pasar tetap bersih dan nyaman.

Sebagai langkah jangka panjang, Perumda Pasar Jaya juga tengah menguji coba penerapan teknologi thermal hydrolysis serta mengembangkan sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero) untuk mengolah sampah langsung dari sumbernya.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Sambangi Keluarga Bocah Tersengat Listrik, Untuk Apa?

Agus berharap, berbagai langkah tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir di TPST Bantar Gebang, Bekasi, sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap Pasar Induk Kramat Jati dapat menjadi contoh pasar yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memiliki standar kebersihan yang baik,” kata Agus.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...