Sabtu, Oktober 17, 2026

Usai Sepekan Penanganan Sampah di Pasar Kramat Jati, Begini Kondisi Terkini

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Usai sepekan penanganan intensif, kondisi kebersihan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kini berangsur membaik.

Tumpukan sampah yang sebelumnya mengganggu aktivitas pasar mulai terurai seiring masifnya pengangkutan yang dilakukan Perumda Pasar Jaya.

Dalam periode 2 hingga 10 April 2026, Perumda Pasar Jaya mengerahkan total 228 rit armada pengangkut sampah, terdiri dari 212 unit tronton dan 16 unit tipper.

Intensitas pengangkutan yang tinggi ini dilakukan setiap hari untuk menekan volume sampah di kawasan Pasar Kramat Jati.

Baca Juga :  Buka Hingga Jelang Dinihari, Tiga Tempat Hiburan Malam di Jakarta Selatan Disanksi

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan mengatakan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

“Selain pengangkutan rutin, Perumda Pasar Jaya juga terus mengedukasi pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan serta mengelola sampah dengan lebih bijak,” ujar Agus, Jumat (10/4/2026).

Penanganan sampah ini juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta guna memastikan proses pengangkutan berjalan efektif dan tepat waktu, terutama di tengah tingginya aktivitas pasar.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Jaringan Penghasut Demo Anarkis di Jakarta, Ada Direktur LSM

Peningkatan jumlah rit pengangkutan disebut sebagai respons cepat terhadap lonjakan volume sampah, khususnya pada periode aktivitas pasar yang padat.

Meski kondisi mulai membaik, kegiatan pengangkutan sampah masih terus dilakukan untuk memastikan lingkungan pasar tetap bersih dan nyaman.

Sebagai langkah jangka panjang, Perumda Pasar Jaya juga tengah menguji coba penerapan teknologi thermal hydrolysis serta mengembangkan sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero) untuk mengolah sampah langsung dari sumbernya.

Baca Juga :  Tes Kebugaran, Ratusan ASN Pemkot Jaksel Lari Bareng Wali Kota

Agus berharap, berbagai langkah tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir di TPST Bantar Gebang, Bekasi, sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap Pasar Induk Kramat Jati dapat menjadi contoh pasar yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memiliki standar kebersihan yang baik,” kata Agus.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...