Sabtu, Oktober 3, 2026

Tugas Wawancara Gibran, Dompet Wartawan Online Kecopetan di JCC

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Seorang wartawan media daring bernama Bonfilio Putra Mahendra menjadi korban pencopetan di lokasi debat calon wakil presiden (cawapres), di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta pada Minggu malam (21/1/2024).

Jurnalis yang biasa disapa Putra ini mengaku kehilangan dompet saat bertugas untuk melakukan wawancara dengan cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka.

Putra menjelaskan, beberapa menit sebelum kejadian pencopetan, Putra bersama awak media lainnya berkumpul tepat di lobi dekat pintu masuk JCC.

Baca Juga :  Dukung Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran, Hasrat Siapkan Strategi dan Taktik

Mereka  menunggu pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka keluar dari dalam Plenary Hall JCC.

Saat Prabowo-Gibran berjalan keluar menuju lobi Plenary Hall JCC,  Putra bersama puluhan awak media lainnya hendak melakukan sesi wawancara.

Namun, pasangan capres-cawapres itu tidak berhenti untuk meladeni beberapa pertanyaan para jurnalis.

Saat itu, Putra bersama para awak media terdorong hingga ke bagian pagar yang membatasi simpatisan, karena Prabowo-Gibran tidak menginginkan dilakukan sesi wawancara.

Baca Juga :  Banyak Tak Tahu, Zulhas Ungkap Kebaikan Megawati dengan PAN

“Saat itu saya berhenti di depan pagar, masih di dalam pagar pembatas. Tetapi, banyak orang tak dikenal (OTK) yang berada di bagian dalam pagar selain pihak keamanan,” ujar Putra dalam keterangannya, dikutip Senin (22/1/2024).

Dalam kondisi itu, Putra tidak menyadari bahwa tas yang dia kenakan dalam kondisi terbuka, sehingga isi di dalamnya seperti dompet dan charger handphone dapat terlihat orang lain.

Baca Juga :  Bawaslu Minta Debat Cawapres Tak Lagi Digelar di KPU, Ada Apa?

“Gibran kan nyamperin para pendukung, nah saat itu tas sudah terbuka dan dompet udah hilang,” katanya.

Menurut Putra, di dalam dompetnya terdapat uang tunai dan beberapa kartu ATM.

Sehingga, Putra langsung melapor kepada pihak berwajib  dan beberapa bank.

“Ada STNK, SIM, ATM, dan uang tunai Rp200 hingga 300 ribu,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...