Sabtu, Oktober 17, 2026

Atasi Banjir dan Genangan, Jaksel Kebut Pembangunan Saluran Air, SDA: Mohon Maaf Bila Macet

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengebut penataan sistem drainase guna mengatasi genangan dan banjir di wilayahnya.

Untuk tahun 2024, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan akan membangun 17 saluran air.

Kasudin SDA Jakarta Selatan Santo mengatakan saat ini sudah ada 9 pembangunan saluran air yang berjalan, dan 2 di antaranya telah selesai.

“Saat ini yang sudah berjalan ada 9 pembangunan saluran air. Dalam waktu dekat ada 8 pembangunan lagi. Jadi total 17 pembangunan saluran air,” kata Santo, pada Jumat (27/6/2024).

Baca Juga :  Viral Kisah Nadya, Kenalan Pria di Aplikasi Kencan Ternyata Maling, Motor Hasil Menabung Dibawa Kabur

Santo menjelaskan, 9 pembangunan saluran air mulai dikerjakan sejak April 2024 dan ditargetkan selesai pada bulan November mendatang.

Adapun 2 pembangunan saluran yang sudah rampung yakni di Jalan Menteng Wadas, dan Menteng Atas RW 6.

“Dan ada juga pembangunan di Menteng atas RW 01 sudah mencapai 94 persen,” tuturnya.

Santo mengakui bahwa pembangunan saluran air di sejumlah lokasi berdampak pada kemacetan lalu lintas.

Salah satunya, diungkapkan Santo, proyek pembangunan saluran dengan metoda pengeboran atau jacking di Jalan Prof Dr Satrio, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Proyek Jacking Seskoal Capai 10 Persen, SDA: Kalau Ada Genangan karena Masih Tahap Pekerjaan

Kendati demikian, Santo mengaku sebelum pembangunan di jalan tersebut berjalan, pihaknya sudah melalukan sosialisasi adanya pengerjaan proyek kepada warga dan pengguna jalan.

“Tentu kami sudah lalukan sosialisasi bahwa akan ada pembangunan saluran air di jalan tersebut,” ujarnya.

Santo mengaku pembangunan saluran air dilakukan untuk menanggulangi genangan dan banjir di lokasi tersebut.

Ia menyebut guna mempercepat pengerjaan proyek normalisasi saluran sepanjang 47 meter itu, pihaknya melakukan penutupan satu lajur jalan.

Baca Juga :  Dewan Kota Gandeng Karang Taruna Jadi Agen Pelopor Genmasta

“Jadi karena saat ini masuk tahap jacking atau pengeboran untuk mempercepat pemasangan beton saluran box culvert, ” beber Santo.

Santo pun meminta maaf dengan adanya penyempitan badan jalan tersebut.

“Mohon maaf bila terjadi kemacetan di sekitar proyek,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan dan Kepolisian Lalu Lintas.

Pasalnya, setiap harinya terdapat empat petugas dibantu Polisi Lalu Lintas yang mengatur lalu lintas di Jalan Prof Dr Satrio.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...