Kamis, April 16, 2026

Atasi Banjir dan Genangan, Jaksel Kebut Pembangunan Saluran Air, SDA: Mohon Maaf Bila Macet

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengebut penataan sistem drainase guna mengatasi genangan dan banjir di wilayahnya.

Untuk tahun 2024, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan akan membangun 17 saluran air.

Kasudin SDA Jakarta Selatan Santo mengatakan saat ini sudah ada 9 pembangunan saluran air yang berjalan, dan 2 di antaranya telah selesai.

“Saat ini yang sudah berjalan ada 9 pembangunan saluran air. Dalam waktu dekat ada 8 pembangunan lagi. Jadi total 17 pembangunan saluran air,” kata Santo, pada Jumat (27/6/2024).

Baca Juga :  Cilandak Bawa Pulang Rp 12,5 Juta Usai Sabet Juara Festival Bedug Jaksel

Santo menjelaskan, 9 pembangunan saluran air mulai dikerjakan sejak April 2024 dan ditargetkan selesai pada bulan November mendatang.

Adapun 2 pembangunan saluran yang sudah rampung yakni di Jalan Menteng Wadas, dan Menteng Atas RW 6.

“Dan ada juga pembangunan di Menteng atas RW 01 sudah mencapai 94 persen,” tuturnya.

Santo mengakui bahwa pembangunan saluran air di sejumlah lokasi berdampak pada kemacetan lalu lintas.

Salah satunya, diungkapkan Santo, proyek pembangunan saluran dengan metoda pengeboran atau jacking di Jalan Prof Dr Satrio, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Pengamat Apresiasi Pernyataan Gubernur Pramono, Soal Apa?

Kendati demikian, Santo mengaku sebelum pembangunan di jalan tersebut berjalan, pihaknya sudah melalukan sosialisasi adanya pengerjaan proyek kepada warga dan pengguna jalan.

“Tentu kami sudah lalukan sosialisasi bahwa akan ada pembangunan saluran air di jalan tersebut,” ujarnya.

Santo mengaku pembangunan saluran air dilakukan untuk menanggulangi genangan dan banjir di lokasi tersebut.

Ia menyebut guna mempercepat pengerjaan proyek normalisasi saluran sepanjang 47 meter itu, pihaknya melakukan penutupan satu lajur jalan.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Siapkan Waduk 2,8 Hektare di Jalan Rengas untuk Atasi Genangan

“Jadi karena saat ini masuk tahap jacking atau pengeboran untuk mempercepat pemasangan beton saluran box culvert, ” beber Santo.

Santo pun meminta maaf dengan adanya penyempitan badan jalan tersebut.

“Mohon maaf bila terjadi kemacetan di sekitar proyek,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan dan Kepolisian Lalu Lintas.

Pasalnya, setiap harinya terdapat empat petugas dibantu Polisi Lalu Lintas yang mengatur lalu lintas di Jalan Prof Dr Satrio.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...