Aliansi.co, Jakarta – Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Syafrin Liputo meminta jajaran pemerintah wilayah memanfaatkan musim kemarau untuk mempercepat perbaikan saluran air sebagai langkah mengantisipasi genangan saat musim penghujan tiba.
Syafrin Liputo juga menekankan pentingnya memperkuat program pemilahan sampah dari sumbernya sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.
Hal itu disampaikan Syafrin saat memimpin rapat monitoring wilayah di Kantor Kecamatan Jagakarsa, Selasa (4/8/2026).
Menurut Syafrin, musim kemarau yang berlangsung saat ini bukan hanya menuntut kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, tetapi juga harus dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan infrastruktur drainase.
“Pada musim kemarau panjang ini perlu ada kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik itu kebakaran rumah tinggal maupun lahan-lahan yang tidak terpakai,” kata Syafrin.
Ia mengatakan, perbaikan saluran menjadi salah satu langkah penting untuk meminimalkan risiko genangan ketika musim hujan kembali datang.
“Kami juga menjadikan momentum ini sebagai upaya perbaikan untuk antisipasi musim penghujan mendatang, yaitu dengan memperbaiki saluran air dan mencoba mengatasi potensi terjadinya genangan di wilayah-wilayah Jagakarsa,” ujarnya.
Selain membahas infrastruktur, Syafrin turut mengingatkan seluruh perangkat wilayah mengenai pelaksanaan Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pengelolaan dan Pemilahan Sampah dari Sumbernya yang mulai berlaku sejak 1 Agustus 2026.
Ia menegaskan keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, bukan hanya Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Ini merupakan tanggung jawab kolektif seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat, bukan hanya Dinas Lingkungan Hidup,” tegasnya.
Syafrin menambahkan, target pemilahan sampah tidak hanya menyasar rumah tangga, tetapi juga seluruh sektor, termasuk hotel, restoran, dan kafe (Horeka).
Untuk itu, ia mengajak jajaran kecamatan dan kelurahan aktif mengedukasi masyarakat agar mengubah kebiasaan dalam mengelola sampah.
“Saya mengajak seluruh jajaran dari tingkat kecamatan hingga kelurahan untuk aktif mengubah pola pikir warga dari kebiasaan lama yakni angkut dan buang menjadi paradigma baru yakni pilah, angkut, dan olah,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Jagakarsa Muhammad Soleh mengungkapkan pelaksanaan pemilahan sampah di wilayahnya terus mengalami peningkatan.
Dari total 65.880 rumah di Kecamatan Jagakarsa, sebanyak 8.763 rumah telah aktif memilah sampah dari sumbernya.
Selain memaparkan capaian tersebut, Soleh juga menyampaikan sejumlah kebutuhan fasilitas publik yang masih menjadi perhatian, di antaranya belum tersedianya Puskesmas Pembantu di Kelurahan Cipedak dan belum adanya SMP Negeri di Kelurahan Ciganjur.
“Sesuai arahan pimpinan, potensi yang bisa ditingkatkan akan terus kami dorong ke depannya, sedangkan hal-hal yang masih kurang akan segera diperbaiki. Dengan demikian, penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kami menjadi semakin sempurna dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga,” tandas Soleh.
