Menutup sambutannya, Anwar menitipkan pesan agar seluruh pegawai tetap menjaga kekompakan, profesionalitas, dan semangat gotong royong siapa pun pemimpinnya nanti.
“Apa pun hal baik yang pernah saya tanamkan, mohon dilanjutkan terus. Jaga selalu kebersamaan, semangat gotong royong, termasuk kemitraan dengan rekan-rekan media,” tutur dia.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murtadho mengaku merasa kehilangan sosok Anwar yang dinilainya bukan sekadar pemimpin.
“Pak Anwar bukan sekadar sosok pemimpin. Beliau adalah orang tua, senior, dan abang bagi kami. Banyak teladan serta ilmu yang beliau ajarkan,” kata Ali Murtadho.
Ia mengaku sedih karena merasa belum bisa maksimal membantu Anwar selama menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan.
“Saya merasa sedih karena sebagai wakil, saya merasa belum maksimal dalam membantu beliau selama menjabat sebagai wali kota. Hal itulah yang membuat saya sedih,” ucapnya.
Ia bahkan mengaku telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Anwar.
“Saya pun sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Pak Anwar karena belum bisa membantu secara maksimal,” ujar Aldo, sapaan akrabnya.
Menurutnya, selama masa kepemimpinan Anwar banyak capaian pembangunan yang berhasil diwujudkan di Jakarta Selatan, mulai dari pembangunan embung, gedung kantor, hingga masjid.
Selain itu, Anwar juga dikenal cepat tanggap dalam menangani persoalan yang bersifat mendesak.
“Beliau itu sering sekali segera melakukan langkah-langkah gebrakan dalam penanganannya. Hal-hal ini tentu menjadi catatan prestasi yang membanggakan bagi Jakarta Selatan di bawah kepemimpinan Pak Anwar,” tandasnya.
