Aliansi.co,Jakarta- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengapresiasi kerja bakti massal yang digelar Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) untuk membersihkan sungai dan saluran air.
DPRD meminta kegiatan tersebut dilanjutkan secara rutin, termasuk pengerukan Kali Pesanggrahan, sebagai bagian dari upaya menekan risiko banjir.
Anggota DPRD DKI Jakarta Sutikno mengatakan, kerja bakti kolaboratif yang melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri, hingga anggota dewan merupakan langkah positif dalam menjaga kondisi sungai dan saluran air.
“Kami mengucapkan terima kasih atas terlaksananya kerja bakti kolaboratif ini,” kata Sutikno kepada wartawan, dikutip Minggu (16/8/2026).
Menurut Sutikno, pelaksanaan kerja bakti pada saat musim kemarau menjadi momentum yang tepat untuk melihat kondisi sungai, termasuk pendangkalan yang terjadi di sejumlah titik.
Dia menilai kondisi tersebut sekaligus memudahkan proses pengerukan sehingga kapasitas sungai dapat kembali dioptimalkan untuk mengalirkan air.
“Momentum yang tepat karena dilakukan saat kondisi cuaca sedang kering sehingga pendangkalan sungai terlihat jelas dan memudahkan proses pengerukan,” ujarnya.
Namun Sutikno meminta kerja bakti dan pengerukan kali yang dilakukan Pemerintah Kota Jakarta Selatan tidak hanya dilakukan sebagai kegiatan sesaat.
Ia memastikan pihaknya akan terus mendorong program pengerukan kali agar berjalan secara berkelanjutan.
“Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, kami akan memastikan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni saja, tetapi dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.
Dia mengatakan DPRD juga akan memantau kinerja aparat kewilayahan, termasuk lurah dan camat, dalam menjalankan program pengendalian banjir di wilayah Kali Pesanggrahan.
“Kami akan terus memantau kinerja lurah dan camat agar program pengendalian banjir di Kali Pesanggrahan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutur Sutikno.
Senada, anggota DPRD DKI Jakarta Francie berharap kegiatan pembersihan sungai dan pengerukan Kali Pesanggrahan dapat dilakukan secara rutin.
Menurut dia, penanganan banjir menjadi salah satu aspirasi yang banyak disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD saat masa reses.
“Kami sangat mengapresiasi kerja baik Wali Kota Jakarta Selatan beserta jajaran,” kata Francie.
“Harapannya, kerja bakti dan pengerukan kali ini dilakukan secara rutin. Hal ini merupakan aspirasi banyak warga yang disampaikan saat masa reses,” lanjutnya.
Francie berharap upaya tersebut tidak hanya mampu mengurangi risiko banjir, tetapi juga menjadi langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan banjir di Jakarta Selatan.
“Semoga langkah ini tidak hanya mencegah banjir, tetapi benar-benar membebaskan Jakarta Selatan dari permasalahan banjir,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar kerja bakti massal di kawasan Waduk Cavalio, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Merah Putihkan Jakarta” dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 686 personel gabungan dikerahkan dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, termasuk Pemerintah Kota Jakarta Selatan, TNI-Polri, serta anggota DPRD DKI Jakarta.
Dalam kerja bakti tersebut, personel gabungan membersihkan sungai dan saluran mikro sekaligus melakukan penanaman pohon di sekitar kawasan Waduk Cavalio.
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan bersih-bersih sungai dan saluran mikro yang dilakukan secara serempak di seluruh wilayah DKI Jakarta.
“Ya, kegiatan bersih-bersih sungai dan saluran mikro di sekitar Waduk Cavalio dalam rangka program ‘Merah Putihkan Jakarta’ secara serempak di wilayah DKI Jakarta,” kata Syafrin, Minggu (16/8/2026).
