Sabtu, Oktober 3, 2026

Jaga Ketahanan Energi, Menteri Bahlil Minta Warga Tidak Boros LPG

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat untuk tidak boros dalam menggunakan LPG sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Imbauan ini ditegaskan Bahli buntut konflik di Timur Tengah yang hingga kini masih memanas.

Menurut Bahlil, peran masyarakat sangat penting dalam mendukung pengelolaan energi, terutama dalam penggunaan energi sehari-hari seperti LPG dan bahan bakar minyak (BBM).

Ia menekankan agar masyarakat menggunakan energi secara bijak dan tidak berlebihan.

Baca Juga :  Banyak Tidak Tepat Sasaran, Prabowo Instruksikan Evaluasi Penyaluran Bansos

“Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan (LPG) kompornya boros,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (27/3/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan BBM harus sesuai peruntukannya. Bahlil menegaskan, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak diperuntukkan bagi kebutuhan industri.

“SPBU ini bukan untuk industri, jadi tolong dipakai dengan bijaksana. Karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk bersama-sama memakai energi secara bijaksana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahlil memastikan bahwa pemerintah tetap menjamin pasokan dan stabilitas energi nasional, meskipun saat ini terjadi ketidakstabilan pasokan BBM global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Laba Bank BCA Tumbuh 43 Persen Setara Rp 11,5 triliun di Kuartal 1 2023, Ini Faktor Pendorongnya

Ia menyebut, langkah-langkah strategis telah dilakukan pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk mencari sumber pasokan minyak dari berbagai negara serta mengoptimalkan energi dalam negeri.

“Perintah Bapak Presiden untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak dari semua negara. Kemudian optimalkan semua energi yang kita miliki. Harus yakinkan rakyat Indonesia, bahwa solar tidak lagi impor,” tegasnya.

Baca Juga :  Menteri Bahlil: Investor Ingin Presiden Terpilih 2024 Konsisten Seperti Jokowi

Bahlil menambahkan, untuk BBM jenis bensin, Indonesia masih mengimpor sekitar 50 persen kebutuhan, sementara sisanya dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Meski demikian, pemerintah terus mencari alternatif pasokan, termasuk dari minyak mentah (crude), guna memperkuat ketahanan energi nasional.

“Jadi, clear. BBM berbentuk bensin, sebagian 50 persen kita masih impor, sebagian kita dalam negeri. Tetapi kita sudah mencari alternatif-alternatifnya, termasuk crude (minyak mentah)-nya,” kata Bahlil.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...