Selasa, Agustus 18, 2026

Jaga Ketahanan Energi, Menteri Bahlil Minta Warga Tidak Boros LPG

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat untuk tidak boros dalam menggunakan LPG sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Imbauan ini ditegaskan Bahli buntut konflik di Timur Tengah yang hingga kini masih memanas.

Menurut Bahlil, peran masyarakat sangat penting dalam mendukung pengelolaan energi, terutama dalam penggunaan energi sehari-hari seperti LPG dan bahan bakar minyak (BBM).

Ia menekankan agar masyarakat menggunakan energi secara bijak dan tidak berlebihan.

Baca Juga :  DPR Khawatir Pengadaan Kereta Bekas dari Jepang Barang Rongsokan

“Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan (LPG) kompornya boros,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (27/3/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan BBM harus sesuai peruntukannya. Bahlil menegaskan, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak diperuntukkan bagi kebutuhan industri.

“SPBU ini bukan untuk industri, jadi tolong dipakai dengan bijaksana. Karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk bersama-sama memakai energi secara bijaksana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahlil memastikan bahwa pemerintah tetap menjamin pasokan dan stabilitas energi nasional, meskipun saat ini terjadi ketidakstabilan pasokan BBM global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Jokowi Sambut Baik Dukungan 38 Negara Anggota OECD

Ia menyebut, langkah-langkah strategis telah dilakukan pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk mencari sumber pasokan minyak dari berbagai negara serta mengoptimalkan energi dalam negeri.

“Perintah Bapak Presiden untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak dari semua negara. Kemudian optimalkan semua energi yang kita miliki. Harus yakinkan rakyat Indonesia, bahwa solar tidak lagi impor,” tegasnya.

Baca Juga :  Banyak Tidak Tepat Sasaran, Prabowo Instruksikan Evaluasi Penyaluran Bansos

Bahlil menambahkan, untuk BBM jenis bensin, Indonesia masih mengimpor sekitar 50 persen kebutuhan, sementara sisanya dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Meski demikian, pemerintah terus mencari alternatif pasokan, termasuk dari minyak mentah (crude), guna memperkuat ketahanan energi nasional.

“Jadi, clear. BBM berbentuk bensin, sebagian 50 persen kita masih impor, sebagian kita dalam negeri. Tetapi kita sudah mencari alternatif-alternatifnya, termasuk crude (minyak mentah)-nya,” kata Bahlil.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...