Prabowo menekankan bahwa dirinya sebagai Presiden, Pramono sebagai Gubernur DKI Jakarta, dan Rano Karno sebagai Wakil Gubernur memiliki mandat yang sama, yakni melayani masyarakat.
“Karena kita sadar di dalam hati sanubari kita bahwa kita dipilih oleh rakyat,” katanya.
“Kita di sini, saya di sini sebagai Presiden, Saudara Pramono Anung sebagai Gubernur, Saudara Rano Karno sebagai Wakil Gubernur, kita pelayan rakyat, kita petugasnya rakyat,” sambung Prabowo.
Menurut Prabowo, mandat yang diberikan rakyat harus dijalankan dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat.
Ia mengatakan seluruh tenaga dan pikiran yang dimiliki pejabat publik harus diarahkan untuk menjalankan amanat tersebut.
“Pikiran kita, tenaga kita, upaya kita semuanya untuk rakyat Indonesia. Dan kalau kita tidak kuat dan tidak sanggup, ya, kita harus kesatria, kita harus pinggir,” ujarnya.
“Selama kita mau menerima mandat ini, selama kita mau menerima kehormatan melayani rakyat Indonesia, selama itu kita harus bekerja hanya untuk kepentingan yang besar: kepentingan bangsa, kepentingan rakyat,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan kebanggaannya terhadap perkembangan sistem transportasi di Jakarta.
Ia menilai pembangunan transportasi massal menunjukkan kemajuan yang dicapai secara bertahap.
“Karena itu, hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan saya. Hari ini adalah hari yang membanggakan, bahwa bangsa kita terus teratur, mungkin tidak fantastis. Tapi kita maju, setapak demi setapak, demi setapak,” pungkas Prabowo.
