Aliansi.co, Jakarta- Suasana haru dan bahagia menyelimuti proses relokasi warga dari Taman Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta Selatan, ke Rumah Susun (Rusun) Jagakarsa, pada Selasa (2/12/2025).
Di antara ratusan warga yang mulai menempati hunian baru itu, Anita Wijaya menjadi salah satu yang paling merasakan kelegaan.
Setelah puluhan tahun tinggal di area pemakaman, ia kini akhirnya memiliki tempat tinggal yang layak untuk keluarganya.
“Alhamdulillah saya bersyukur. Makasih banyak untuk semuanya, terutama untuk Pak Gubernur, Pak Wali Kota, dan Bu Lurah Menteng Dalam,” ujar Anita sambil menggendong anak balitanya saat ditemui di Rusun Jagakarsa, Selasa (2/12/2025).
Di Rusun Jagakarsa, Anita dan warga lainnya akan menempati unit tipe 36 yang terdiri atas dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, ruang tamu, dan ruang jemur.
Baginya, hunian vertikal ini jauh lebih baik dibanding tempat tinggal sebelumnya.
Anita tak henti mengucap syukur. Baginya, kesempatan menempati rusun merupakan jawaban atas kecemasan bertahun-tahun tentang masa depan tempat tinggal keluarganya.
“Kami dapat tempat tinggal yang layak. Tempatnya enak. Alhamdulillah, Pak, kami sudah bersyukur. Kami orang yang tidak mampu, saya juga bingung mau tinggal di mana lagi. Sekali lagi terima kasih. Saya tidak bisa omong apa-apa lagi,” ujar Anita.
“Kalau tidak ada seperti ini, kami bingung mau ke mana. Untuk kesempatan di rumah rusun, saya terima kasih banyak banget,” sambungnya.
Pemindahan warga ke rusun merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan warga yang selama ini tinggal di kawasan pemakaman bisa mendapatkan hunian yang lebih sehat.
Pada tahap pertama relokasi ini, sebanyak 105 Kepala Keluarga (KK) dipindahkan, dari total 133 KK yang akan direlokasi hingga 5 Desember.
Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar, yang memantau proses pemindahan menegaskan, kebijakan relokasi bertujuan mengembalikan fungsi TPU sekaligus memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga.
“Sebanyak 105 KK warga hari ini kita relokasikan ke Rusun Jagakarsa, dan sisanya kita tunggu sampai tanggal 4 dan 5 Desember. Lokasi ini kan makam dan fungsinya harus dikembalikan ke makam,” ujarnya.
Relokasi warga di TPU Menteng Pulo telah melalui pembahasan panjang selama lebih dari satu bulan dan melibatkan instansi pemerintah, perwakilan warga, hingga Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hak warga terpenuhi.
Asiten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan Sayid Ali menegaskan, warga yang menempati rusun akan mendapatkan dukungan lanjutan, termasuk pelatihan peningkatan ekonomi keluarga.
“Warga yang pindah akan kami fasilitasi untuk ikut pelatihan yang bisa meningkatkan perekonomian keluarga di tempat tinggal baru,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya turut memastikan kemudahan perpindahan sekolah bagi anak-anak serta akses terhadap berbagai program perlindungan sosial.
“Kita sudah minta Sudin Pendidikan untuk membantu proses perpindahan sekolah anak-anak, dan Sudin Sosial untuk memastikan akses program perlindungan sosial berjalan baik,” ujarnya.
