Sabtu, Juli 4, 2026

Kisah Putri yang Berjuang Hapus Tato, Susah Kerja hingga Pernah Ditinggal Pacar

WIB

Aliansi.co Jakarta- Ruangan Dirgantara di lantai 2 Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, masih lengang pada Kamis (26/2/2026) pagi.

Kursi-kursi tersusun rapi, sementara beberapa petugas bersiap dengan peralatan laser yang akan digunakan untuk program hapus tato gratis dari Baznas (Bazis) Jakarta Selatan.

Di salah satu sudut ruangan, Putri Dwiyana (26) duduk tenang menunggu gilirannya.

Tangannya yang telah diolesi krim anestesi digenggam erat, seolah menahan campuran rasa gugup dan harap.

Baca Juga :  Baznas Bazis Jaktim Cari 150 Warga Bertato, Untuk Apa?

Sesekali, ia melirik ke arah ibunya, Sutiyani, yang setia mendampingi.

Sudah lama Putri berniat menghapus tato yang dibuatnya lima tahun lalu.

Perempuan asal Kebayoran Lama itu memiliki tato di lengan dan punggung.

Namun, dalam program ini, penghapusan hanya bisa dilakukan pada satu titik, sehingga ia memilih lengan kanan bagian tubuh yang paling sering terlihat.

“Rasanya biasa aja, enggak sakit. Kayak disetrum doang sih,” ujar Putri Dwiyana sambil tersenyum tipis usai menjalani tindakan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Dorong Baznas BAZIS DKI Perbanyak Bedah Rumah Warga Tak Mampu

Ia memahami proses penghapusan tato tidak bisa instan.

Tinta yang sudah terlanjur melekat di kulit membutuhkan beberapa kali tindakan untuk benar-benar memudar.

“Enggak langsung hilang. Yang sudah-sudah enam kali. Ya, enam tahun,” katanya.

Bagi Putri, keputusan menghapus tato bukan sekadar soal penampilan.

Ada pengalaman pahit yang terus terulang setiap kali ia melamar pekerjaan.

Baca Juga :  Banyak Peminat, Munjirin Dorong Baznas Bazis Jakarta Rutin Gelar Hapus Tato Gratis

Ia merasa tato di tubuhnya menjadi penghalang untuk mendapatkan kesempatan kerja.

“Pengalaman saya nyari kerja susah. Nyari kerja enggak boleh,” ucapnya lirih.

Tak hanya urusan pekerjaan, tato itu juga memengaruhi kehidupan pribadinya.

Ia bercerita, hubungan asmaranya pernah kandas karena keluarga sang kekasih tidak menyukai perempuan bertato.

Stigma “cewek nakal” melekat begitu saja.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...