Aliansi.co,Jakarta- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengintensifkan pengerukan Kali Pesanggrahan sepanjang 1,4 kilometer sebagai upaya mengantisipasi genangan saat musim penghujan.
Pengerukan dimulai dari kawasan hulu Kompleks IKPN hingga ke bagian hilir.
Hal tersebut disampaikan Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo saat mengikuti kerja bakti massal di kawasan Waduk Cavalio, Pesanggrahan, Sabtu (15/8/2026).
“Jadi, kawasan RW 04 Kompleks IKPN selama ini dikenal sering mengalami genangan akibat penyempitan aliran dan pendangkalan sedimen lumpur yang parah,” kata Santo kepada wartawan.
Menurut Santo, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pengerukan dilakukan secara intensif.
Sedimentasi yang menumpuk menyebabkan penampang sungai menyempit sehingga aliran air tidak dapat mengalir secara optimal.
Santo menyebut pengerukan tersebut ditargetkan mengangkat sedimen hingga mencapai 60.000 meter kubik.
Hingga saat ini, progres volume pengerukan telah mencapai 35,7 persen.
“Hingga saat ini, progres volume pengerukan telah mencapai 35,7 persen. Pengerukan dilakukan hingga kedalaman enam meter dari permukaan tanah untuk mengeruk sedimen lumpur serta sampah rumah tangga yang mengendap,” jelas Santo.
Untuk mendukung pekerjaan tersebut, lanjut Santo, Sudin SDA Jakarta Selatan mengerahkan lima unit alat berat dan 10 unit truk pengangkut.
Empat alat berat digunakan untuk mengeruk aliran sungai, sedangkan satu unit lainnya disiagakan di lokasi penampungan sementara di kawasan Tanah Kusir atau area pemakaman terdekat.
Material hasil pengerukan selanjutnya diangkut menggunakan truk untuk mencegah penumpukan di sekitar lokasi pekerjaan.
Santo menegaskan penanganan Kali Pesanggrahan tidak hanya dilakukan secara teknis di satu titik.
Pemkot Jakarta Selatan juga memperkuat koordinasi lintas wilayah karena aliran sungai melintasi sejumlah kawasan sebelum menuju hilir.
“Selain penanganan teknis di lokasi, kami juga memperkuat koordinasi lintas wilayah perbatasan. Salah satunya kolaborasi bersama Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk penanganan titik rawan, guna memastikan aliran air lancar dari hulu ke hilir tanpa hambatan,” tandasnya.
