Sabtu, Oktober 3, 2026

Percepat Stop BAB Sembarangan, Wali Kota Jaksel Minta Para Lurah Lakukan Ini

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin mengajak jajarannya berkomitmen mengatasi permasalahan sanitasi untuk mencapai Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan.

Munjirin meminta kepada para lurah segera melakukan mapping dan berkoordinasi dengan unit kerja terkait untuk percepatan program stop Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

Hal itu disampaikan Munjirin saat membuka rapat Pembinaan Kota Sehat Tahun 2024 untuk Percepatan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2024).

Baca Juga :  Hari Pertama Masa Tenang Pemilu, Pemkot Jaksel Sisir APK di Jalan Protokol

“Harapan saya para lurah segera melakukan mapping dan berkoordinasi dengan Puskesmas dan unit terkait serta masyarakat. Selanjutnya ada komitmen untuk mengatasi permasalahan sanitasi (ODF) di wilayahnya,” kata Munjirin.

Munjirin menyampaikan bahwa saat ini baru 10 kelurahan atau 15,38 persen dari 65 kelurahan di Jakarta Selatan yang mencapai Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan.

Baca Juga :  DPRD Sororti Potensi Kebocoran PAD dan Parkir Liar di Jakarta

Sedangkan, lanjut Munjirin, syarat untuk mengikuti penilaian kabupaten/kota sehat harus mencapai 80 persen kelurahan ODF.

“Itu ada kategori swastisaba padapa, wiwerda dan wistara, dan ini minimal harus 90 persen kelurahan ODF,” ujarnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Jakarta Selatan, Khabib Asyngari, menjelaskan, tujuan kegiatan Pembinaan Kota Sehat Tahun 2024 ini adalah untuk percepatan stop buang air besar sembarangan, guna menuju kota sehat dengan menjalankan sembilan indikator tatanan kota sehat.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Apresiasi Revitalisasi Taman Tangkuban Perahu: Cepat Sekali Ini

“Untuk peserta hari ini sebanyak 100 orang terdiri dari OPD terkait, lurah dan camat, Puskesmas dan forum kota sehat,” terangnya.

Khabib menekankan, dalam menunjang program kota sehat tersebut, diperlukan sinkronisasi dan harmonisasi program- program kegiatan OPD yang ada di wilayah Jakarta Selatan.

“Mudah-mudahan dengan kerja keras dan kerja sama yang baik ini, kota sehat nantinya dapar kita capai dengan mudah,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...