Aliansi.co,Bekasi- Persadan Tarigan Gersang ras Anak Beru Bagepe Anak Beru Menteri se-Jabodetabek menggelar perayaan adat “Gendang Mburo Ate Tedeh 2026” di Gedung Graha Girsang Lestari, Kota Bekasi, Minggu (19/4/2026).
Kegiatan budaya Karo ini menjadi upaya untuk meneguhkan kebersamaan sekaligus mempererat tali persaudaraan Persadan Tarigan Gersang di perantauan.
Kegiatan yang mengusung tema “Ersada, Sikelengen, Ermediate Gelah Kita Ernala” ini diawali dengan ibadah Minggu yang berlangsung khusyuk dan dipimpin oleh Pendeta Ratna Sriany Br Meliala.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan rangkaian prosesi adat Mburo Ate Tedeh yang diikuti ratusan anggota persadaan.

Ketua Umum Persadan Tarigan Gersang Jabodetabek, Josep R Tarigan Gersang mengatakan, perkumpulan ini telah berdiri sejak 13 Juli 2003 sebagai wadah untuk merajut kekeluargaan serta melestarikan budaya Karo di perantauan.
“Selama berdirinya perpulungen ini, telah banyak manfaat yang dirasakan oleh anggota, terutama dalam hal pelaksanaan adat pernikahan, adat kedukaan, serta membantu anggota kita yang sedang mengalami kesulitan ekonomi,” ujar Josep dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Ia juga mengapresiasi Rayon Bekasi yang sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan tahun ini.
Sebelumnya, kegiatan serupa sempat digelar pada Agustus 2023 di Cibubur setelah masa pandemi.
Untuk perhelatan berikutnya, panitia akan dilanjutkan oleh Rayon Jakarta Barat dan Tangerang Raya yang dijadwalkan menjadi tuan rumah pada 2028.
Dalam kesempatan tersebut, Josep mengajak seluruh anggota untuk terus berkontribusi bagi kemajuan persadaan.
“Mari kita berlomba memberi kontribusi sekecil apa pun untuk kemajuan perpulungen ini. Sesuai dengan tema kita, mari kita bersatu, saling menyayangi, dan peduli agar menjadi berkat di tengah masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Gendang Mburo Ate Tedeh 2026 Anto Girsang mengaku bangga karena Rayon Bekasi dipercaya menjadi tuan rumah.
Ia menegaskan, perayaan ini merupakan amanat para pendahulu untuk mempererat tali persaudaraan marga Tarigan Gersang beserta anak berunya yang tersebar di Jabodetabek.
“Meskipun kita berada di perantauan, kelestarian adat dan budaya tidak boleh luntur, melainkan harus tetap kokoh menjadi ciri khas kita sebagai kalak Karo,” kata Anto.
