Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mendorong seluruh kepala daerah untuk menjalankan pemerintahan yang bersih dan adil demi kemajuan bangsa.
Dalam pidatonya saat membuka APKASI Otonomi Expo Tahun 2025 di BSD Tangerang Selatan, Prabowo menegaskan, bahwa pemimpin daerah adalah sosok yang paling dekat dengan rakyat dan harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pemerintahan yang baik.
“Saudara-saudara adalah pemimpin yang dekat dengan rakyat. Bersama camat, bersama kepala desa, Saudara-saudara adalah yang paling dekat dengan rakyat,” kata Prabowo dilansir dari tayangan YouTube Setpres, Kamis (28/8/2025).
“Saudara-saudara adalah seharusnya yang paling tahu denyut nadi rakyat. Saudara-saudara seharusnya yang paling peka terhadap kesulitan rakyat,” sambungnya.
Prabowo menyampaikan, pembangunan bangsa tidak bisa lepas dari kualitas pemerintahan.
Ia menyebut, keberhasilan suatu negara ditentukan oleh tiga unsur utama yang telah terbukti dalam catatan sejarah.
“Satu adalah tentara yang unggul. Dua adalah polisi dan keamanan yang unggul. Ketiga, dan ini tidak dalam urutan siapa yang lebih penting, yang ketiga adalah pemerintahan yang unggul. Yaitu disebut dalam bahasa Inggrisnya adalah excellent civil service. Saya gabungkan menjadi pemerintahan,” ujarnya.
Prabowo mencontohkan dari sejarah Kekaisaran Ottoman (Turki Utsmani), yang menurutnya bertahan selama berabad-abad karena menjunjung tinggi kepemimpinan yang berlandaskan moral, pendidikan, dan tata kelola yang baik.
“Saudara harus menjalankan pemerintah yang bersih dan adil. Kalau tidak, saudara tidak akan berhasil. Ini berlaku untuk setiap tingkat,” lanjut Prabowo.
Lebih jauh, Presiden menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga integritas pemerintahan adalah amanat bersama, dari Presiden hingga pejabat di tingkat desa.
“Saya harus menegakkan pemerintah yang bersih dan adil. Ini kewajiban saya. Dan ini kewajiban semua bupati-bupati, dan wali kota-wali kota, dan camat-camat, dan kepala-kepala desa, dan lurah-lurah. Kalau tidak, kita tidak akan jadi negara yang berhasil. Tidak mungkin ada kemakmuran. Pemerintah yang korup, tidak mungkin membawa kemakmuran kepada rakyat,” tegasnya.
