Sabtu, Oktober 3, 2026

Rencana Impor 500.000 Ton Beras Tuai Kritik, Buwas: Stok Dalam Negeri Sudah Menipis

WIB

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso meyakini pihaknya dapat melakukan penyerapan beras optimal pada panen raya saat ini.

Bulog semaksimal mungkin pada panen raya ini akan melakukan penyerapan sebanyak 70% dari target 2,4 juta ton.

“Ini yang sudah menjadi kesepakatan dan komitmen kami,” ucap buwas

Dalam proses perjalanannya, Bulog mengakui kebutuhan suplai untuk operasi pasar mulai Agustus 2022 lima kali lipat dari biasanya.

Baca Juga :  Asuransi Sinar Mas Bayarkan Klaim Kebakaran Gudang JNE sebesar Rp 38 Miliar

Sehingga cadangan beras yang ada di Bulog terserap banyak.

Kemudian, kuota impor beras 500.000 ton yang telah terealisasi sebelumnya telah 100% terealisasi untuk stabilisasi harga dan pasokan.

Buwas mengatakan, stok Beras yang ada di Bulog saat ini sekitar 227.000 ton.

“Penyerapan dari dalam negeri dari Januari hingga hari ini panen raya kita bisa menyerap 55.000 ton, dimana CBP 23.000 ton dan komersil 32.000 ton, kenapa kita serap dengan komersil karena harga sudah tidak bisa kita serap dengan harga HPP,” terang Buwas.

Baca Juga :  Jokowi Terima Kongres AS di Istana, Bahas Kemitraan Perdagangan Bebas Terbatas

Buwas menambahkan, Bulog juga melakukan penugasan untuk menyuplai bansos beras kepada 21,6 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama maret-mei 2023. Kebutuhan untuk bansos beras tersebut adalah 210.000 ton.

“Kalau perlu kita kurangi 210.000 ton, maka kita tinggal punya sekitar 17.000 – 18.000 ton, belum kita tetap melaksanakan operasi pasar,” ucap Buwas.

Baca Juga :  Bansos Beras Akhirnya Dihentikan hingga Pencoblosan Pemilu 2024

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam paparannya menyampaikan, potensi produksi beras pada Januari – April 2023 mencapai 13,79 juta ton. Adapun konsumsi beras diperkirakan mencapai 10,03 juta ton.

Sehingga diproyeksikan terdapat surplus 3,76 juta ton.

“Dengan memperhatikan kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan pangan dari produksi dalam negeri menghadapi bulan ramadan dan hari raya idul fitri relatif aman,” ucap Syahrul.

 

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...