Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso meyakini pihaknya dapat melakukan penyerapan beras optimal pada panen raya saat ini.
Bulog semaksimal mungkin pada panen raya ini akan melakukan penyerapan sebanyak 70% dari target 2,4 juta ton.
“Ini yang sudah menjadi kesepakatan dan komitmen kami,” ucap buwas
Dalam proses perjalanannya, Bulog mengakui kebutuhan suplai untuk operasi pasar mulai Agustus 2022 lima kali lipat dari biasanya.
Sehingga cadangan beras yang ada di Bulog terserap banyak.
Kemudian, kuota impor beras 500.000 ton yang telah terealisasi sebelumnya telah 100% terealisasi untuk stabilisasi harga dan pasokan.
Buwas mengatakan, stok Beras yang ada di Bulog saat ini sekitar 227.000 ton.
“Penyerapan dari dalam negeri dari Januari hingga hari ini panen raya kita bisa menyerap 55.000 ton, dimana CBP 23.000 ton dan komersil 32.000 ton, kenapa kita serap dengan komersil karena harga sudah tidak bisa kita serap dengan harga HPP,” terang Buwas.
Buwas menambahkan, Bulog juga melakukan penugasan untuk menyuplai bansos beras kepada 21,6 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama maret-mei 2023. Kebutuhan untuk bansos beras tersebut adalah 210.000 ton.
“Kalau perlu kita kurangi 210.000 ton, maka kita tinggal punya sekitar 17.000 – 18.000 ton, belum kita tetap melaksanakan operasi pasar,” ucap Buwas.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam paparannya menyampaikan, potensi produksi beras pada Januari – April 2023 mencapai 13,79 juta ton. Adapun konsumsi beras diperkirakan mencapai 10,03 juta ton.
Sehingga diproyeksikan terdapat surplus 3,76 juta ton.
“Dengan memperhatikan kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan pangan dari produksi dalam negeri menghadapi bulan ramadan dan hari raya idul fitri relatif aman,” ucap Syahrul.
