Gamal pun mengamini. Ia mengaku terkejut dengan ramainya pengunjung yang hadir.
“Dari awalnya biasa aja, sampai penuh semua kursinya,” kata Gamal sembari menunjuk deretan kursi di bawah tenda payung.
“Apalagi waktu pengunjung ikut tampil, makin rame, itu sih pecah banget jadinya.”
Ruang bagi Musisi Jalanan
Bagi Hendi, panggung di Teras LA bukan sekadar hiburan akhir pekan.
Momen itu menjadi ruang bagi Sanggar Raka Sebaya atau yang akrab disebut Sangkaya untuk menunjukkan karya.
Komunitas musisi jalanan asal Depok itu berdiri kurang dari setahun.
Namun, anggotanya kini sudah lebih dari 25 orang dengan latar belakang dan kemampuan beragam, mulai dari gitar, piano, drum hingga biola.
“Alhamdulillah dari sebelumnya kumpul-kumpul aja, kita bentuk komunitas dan sekarang ini sudah menjadi yayasan. Teman-teman yang sebelumnya tampil di jalanan kita rangkul untuk main di kafe,” ungkap Hendi.
Sangkaya, kata dia, terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung atau berkolaborasi.
Sekretariat mereka berada di Grand Depok City, tepatnya di Jalan Aster 4 Nomor 99A, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok.
“Kita setiap hari ada di sana,” ujarnya.
Harapan Jadi Agenda Rutin
Di tempat yang sama, Kasudin PPKUKM Jakarta Selatan Djaharuddin menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi tersebut.
Ia menilai penampilan Sanggar Raka Sebaya memberi warna baru dan mendorong Teras LA semakin ramai.
“Saya apresiasi kolaborasi antara Sanggar Raka Sebaya dan Sudin PPKUKM Jaksel ini, dan berharap akustikan ini akan menjadi agenda rutin Teras LA, khususnya di Blok E ini,” kata Djaharuddin.
Harapan itu disambut antusias para anggota sanggar.
Akhir pekan ini, mereka dijadwalkan kembali tampil pada Jumat (13/2/2026) pukul 20.00–23.00 WIB.
Formasi yang akan mengisi panggung antara lain Gamal (vokal), Renaldi (gitar), Wahyu (biola), Chever (bass), dan Moray (drum).
