Minggu, Oktober 4, 2026

Setelah 8 Bulan Mati, AC Kantor Wali Kota Jaksel Akhirnya Menyala

WIB

Aliansi.co,Jakarta – Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan akhirnya kembali merasakan kenyamanan bekerja dengan ruangan yang lebih sejuk.

Setelah lebih dari delapan bulan tidak beroperasi, sistem pendingin ruangan (AC) di Gedung Blok A Kantor Wali Kota Jakarta Selatan kini menyala kembali.

Namun, pengoperasian masih dalam tahap uji coba secara bertahap untuk memastikan seluruh komponen berjalan optimal.

Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengatakan, proses pengaktifan AC dilakukan secara bertahap agar sistem pendingin dapat berfungsi maksimal dan tidak menimbulkan kendala setelah lama tidak digunakan.

“Alhamdulillah, ini kita uji coba dulu secara bertahap,” kata Syafrin kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).

Syafrin menjelaskan, sebelumnya Pemkot Jakarta Selatan memperkirakan sistem pendingin tersebut baru dapat beroperasi pada Oktober 2026.

Baca Juga :  Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov DKI Dibuka Lagi, Kuota 1.161 Tempat Duduk

Perkiraan itu mempertimbangkan proses pengadaan trafo melalui mekanisme lelang yang membutuhkan waktu hingga barang tersedia.

Namun, proses perbaikan dan pengadaan berjalan lebih cepat dari target awal sehingga uji coba dapat dilakukan pada akhir Juli 2026.

“Tapi ternyata bisa lebih cepat dari estimasi waktu yang kita bayangkan sebelumnya. Jadi ini masih proses uji coba terhadap komponennya,” ujarnya.

Menurut Syafrin, beroperasinya kembali AC mendapat sambutan positif dari para ASN dan pegawai.

Sejumlah pegawai bahkan menyampaikan apresiasi melalui pesan WhatsApp karena sistem pendingin dapat kembali digunakan lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan.

“Semoga Agustus ini sudah bisa maksimal ya,” ucap Syafrin.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan Protokol Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan Fredy Maulana Saputra menjelaskan, tahap uji coba dilakukan secara bertahap karena sejumlah komponen chiller harus diperiksa dan diservis setelah lama tidak beroperasi.

Baca Juga :  Heboh Pamer Gaji di Medsos, LHKPN Pejabat Dinkes DKI Dibongkar Netizen

“Masih proses uji coba. Ada beberapa komponen chiller yang dirapikan. Ada tiga blok yang kita rapikan dulu, karena sudah terlalu lama tidak aktif jadi kita servis dulu,” kata Fredy.

Fredy mengatakan, sebelum sistem pendingin dinyalakan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pemeriksaan teknis bersama tim terkait, termasuk memastikan jenis trafo yang digunakan telah sesuai dengan rekomendasi.

Selain itu, pembersihan instalasi juga dilakukan untuk menghilangkan debu yang menumpuk selama AC tidak beroperasi.

“Sabtu dan Minggu bersih-bersih agar tidak mengganggu aktivitas perkantoran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, debu yang menumpuk di saluran maupun komponen pendingin harus dibersihkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu kinerja mesin saat mulai dioperasikan.

“Debu di dalam saluran dan komponen pendingin harus benar-benar bersih sebelum AC dinyalakan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Lapak Rongsok di Serua Depok Ludes Terbakar, Api Padam Usai Pemilik Sambangi Pos Damkar

Fredy menambahkan, pengoperasian AC dilakukan mulai dari lantai paling bawah.

Setiap lantai akan diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan suhu ruangan stabil dan seluruh komponen bekerja dengan baik sebelum dilanjutkan ke lantai berikutnya.

“Kenapa bertahap, karena setiap lantai kita cek dulu suhunya dan komponennya. Setelah stabil baru naik ke lantai berikutnya seiring perbaikan komponen chiller,” jelasnya.

Untuk mendukung sistem pendingin gedung, Pemkot Jakarta Selatan juga telah melakukan sejumlah perbaikan, di antaranya mengganti panel listrik serta memasang dua unit trafo, baik trafo eksisting maupun trafo pengganti.

Saat ini, kata Fredy, tingkat kestabilan sistem AC baru mencapai sekitar 50 persen sehingga belum dapat digunakan secara maksimal.

“Ibarat mobil baru, ini masih uji coba,” katanya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...