Senin, April 20, 2026

Heboh Pamer Gaji di Medsos, LHKPN Pejabat Dinkes DKI Dibongkar Netizen

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Cuitan pejabat eselon IV Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, bernama dokter Ngabila Salama, yang pamer gaji Rp 34 juta dan mengaku kenal dekat dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, bikin heboh jagat maya.

Status Twitter Ngabila tersebut membuat gerah warganet dan para dokter.

Tangkapan layar status Ngabila tersebut beredar dan viral di media sosial.

“Saya teman Menkes tiap saat bisa saya kritik kapan saja. Saya bukan bawahnnya. ASN mah kalau mau jilat itu jilat atasannya langsung promosiin. Saya eselon 4 di DKI, THP sudah Rp 34 juta sebulan ngapain capek-capek jadi eselon 2 Kementerian (Kesehatan). Kalau gak kenal saya, jangan nakal,” katanya melalui akun Twitter @Ngabila dikutip Jumat (19/5/2023).

Baca Juga :  Viral Emak-emak Konvoi Motor Tak Pakai Helm di Madura, Ngaku Komunitas Kendedes Zaman Now

Saat ini, cuitan tersebut sudah hilang di akun twitter Ngabila.

Ia meminta maaf terkait status yang memicu kontroversi tersebut.

Karena statusnya, Dinkes DKI ikut terbawa opini liar di medsos.

“Saya juga meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang dirugikan juga instansi saya atas perbuatan yang tidak bijak tersebut. Semoga Allah selalu memberi kemudahan, rizki, kesuksesan untuk semua saudara saya yang membaca. Nikmat sehat yang tak terhingga dan kebahagiaan brsm keluarga. Aamiin YRA,” kata Ngabila.

Baca Juga :  Disdik Jakarta Siapkan 5 Langkah Cegah Kekerasan di Sekolah, Berikut Strateginya

Meski telah memintaa maaf, status pamer gaji yang dicuit Ngabila, masih terus beredar di jagat maya.

Akun Dokter Jojo, @JantunGPiisanG, misalnya masih membagikan tangkapan layar yang sudah dihapus tersebut.

Tangkapan layar cuitan dokter Ngabila Salama.

“Yang katanya lurus, bener dan baik menghapus cuitan ini…kalau merasa lurus, bener dan baik kenapa takut? Ingat yaa “kesombongan adalah pintu awal kejatuhan”…,” ujarnya.

Baca Juga :  Irbanko Jaksel dan KPK Gelar Bimtek Keluarga Berintegritas untuk Kepala Sekolah

Tak hanya itu, netizen pun ikut membongkar laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) 2022 milik Ngabila di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam LHKPN itu Ngabila tercatat menjabat kepala seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI.

Namun netizen merasa janggal dengan LHKP Ngabila yang hanya Rp 73,188 juta.

“Rp 34 jt per bln.. Tapi kok gak nambah2 LHKPN-nya..?” kata akun Twitter @asady27.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...

Dana Umat Rp28 Miliar Diduga Digelapkan, BNI Janji Kembalikan Bertahap

Aliansi.co, Jakarta- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memastikan akan mengembalikan dana umat senilai sekitar Rp28 miliar yang diduga digelapkan dalam kasus...

Ombudsman Angkat Bicara, Singgung Asas Praduga Tak Bersalah terhadap Kasus Hery Susanto

Aliansi.co,Jakarta- Ombudsman RI angkat bicara menyikapi kasus hukum yang menjerat Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto Ombudsman menyinggung pentingnya asas praduga tak bersalah dan tetap berkomitmen...

Ketua Ombudsman Jadi Tersangka Korupsi Tambang Nikel, Bermula dari Keberatan Bayar PNBP 

Aliansi.co,Jakarta- Tim penyidik Kejaksaan Agung menetapkan Ketua Ombudsman RI Hery Susanto (HS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola usaha pertambangan nikel di...

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...