Sabtu, Oktober 3, 2026

Heboh Pamer Gaji di Medsos, LHKPN Pejabat Dinkes DKI Dibongkar Netizen

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Cuitan pejabat eselon IV Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, bernama dokter Ngabila Salama, yang pamer gaji Rp 34 juta dan mengaku kenal dekat dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, bikin heboh jagat maya.

Status Twitter Ngabila tersebut membuat gerah warganet dan para dokter.

Tangkapan layar status Ngabila tersebut beredar dan viral di media sosial.

“Saya teman Menkes tiap saat bisa saya kritik kapan saja. Saya bukan bawahnnya. ASN mah kalau mau jilat itu jilat atasannya langsung promosiin. Saya eselon 4 di DKI, THP sudah Rp 34 juta sebulan ngapain capek-capek jadi eselon 2 Kementerian (Kesehatan). Kalau gak kenal saya, jangan nakal,” katanya melalui akun Twitter @Ngabila dikutip Jumat (19/5/2023).

Baca Juga :  Sambut HUT Jakarta, Pj Gubernur DKI Ziarah ke Makam Pimpinan DKI Terdahulu

Saat ini, cuitan tersebut sudah hilang di akun twitter Ngabila.

Ia meminta maaf terkait status yang memicu kontroversi tersebut.

Karena statusnya, Dinkes DKI ikut terbawa opini liar di medsos.

“Saya juga meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang dirugikan juga instansi saya atas perbuatan yang tidak bijak tersebut. Semoga Allah selalu memberi kemudahan, rizki, kesuksesan untuk semua saudara saya yang membaca. Nikmat sehat yang tak terhingga dan kebahagiaan brsm keluarga. Aamiin YRA,” kata Ngabila.

Baca Juga :  Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Pohon Beringin Depan Rumah Prabowo Tiba-tiba Tumbang

Meski telah memintaa maaf, status pamer gaji yang dicuit Ngabila, masih terus beredar di jagat maya.

Akun Dokter Jojo, @JantunGPiisanG, misalnya masih membagikan tangkapan layar yang sudah dihapus tersebut.

Tangkapan layar cuitan dokter Ngabila Salama.

“Yang katanya lurus, bener dan baik menghapus cuitan ini…kalau merasa lurus, bener dan baik kenapa takut? Ingat yaa “kesombongan adalah pintu awal kejatuhan”…,” ujarnya.

Baca Juga :  Banyak Pengaduan, PDIP Usul Anggaran KJP dan KJMU Ditambah

Tak hanya itu, netizen pun ikut membongkar laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) 2022 milik Ngabila di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam LHKPN itu Ngabila tercatat menjabat kepala seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI.

Namun netizen merasa janggal dengan LHKP Ngabila yang hanya Rp 73,188 juta.

“Rp 34 jt per bln.. Tapi kok gak nambah2 LHKPN-nya..?” kata akun Twitter @asady27.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...