Aliansi.co,Jakarta- Pengemudi mobil Toyota Fortuner yang menjadi sasaran amuk massa di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, akhirnya dijemput oleh orang tuanya setelah sempat diamankan polisi untuk dimintai keterangan.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan, pengemudi berinisial ES (44) bersama kendaraan yang dikemudikannya ditemukan anggota kepolisian di lokasi kejadian dan kemudian dibawa ke Polsek Metro Tanah Abang.
“Dan kemudian untuk pengemudi Fortuner dan mobil Fortuner dari TKP ditemukan oleh Briptu Deri (anggota SPKT) dibawa ke kantor polsek lanjut,” kata Dhimas saat dihubungi wartawan, Minggu (7/6/2026).
Menurut Dhimas, saat petugas berupaya menggali informasi terkait kronologi kejadian, ES tidak dapat memberikan keterangan yang jelas.
“Saat ditanya-tanya dengan tujuan untuk mengetahui kronologis kejadian dan menentukan pembuatan LP namun yang bersangkutan tidak nyambung (seperti orang kebingungan),” ujarnya.
Tak lama setelah itu, orang tua ES datang ke Polsek Metro Tanah Abang untuk menemui petugas.
Setelah berkomunikasi dengan pihak kepolisian, keluarga memutuskan tidak membuat laporan polisi dan membawa ES pulang bersama kendaraannya.
“Dan selang sekitar 20 menit kemudian bahwa orang tuanya datang ditemui oleh Ka SPKT Aiptu Hari Santosa dan disaat ditanya, tidak mau membuat laporan dan kemudian membawa anaknya pulang berikut mobilnya,” tutur Dhimas.
Dalam penyelidikan awal, polisi juga tidak menemukan adanya laporan kecelakaan lalu lintas di Jalan KH Mas Mansyur pada waktu kejadian sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.
“Setelah dilakukan pengecekan pada waktu kejadian untuk lakanya tidak ada Jalan Mas Mansyur,” kata Dhimas.
Sebelumnya, sebuah mobil Toyota Fortuner menjadi sasaran amukan massa di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Peristiwa tersebut viral setelah video kejadian beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, tampak warga mengerumuni kendaraan berwarna hitam itu dan merusak sejumlah bagian mobil hingga mengalami kerusakan cukup parah.
Narasi yang beredar menyebut aksi massa dipicu dugaan tabrak lari yang dilakukan pengemudi Fortuner.
