Sabtu, Oktober 17, 2026

Banyak Anak Cuci Darah, DPRD Dorong Dinkes DKI Sediakan Mesin Hemodialisis di Puskesmas dan RSUD

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Anggota DPRD DKI Jakarta mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) menyediakan mesin hemodialisis di seluruh Puskesmas tingkat Kecamatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Anggota Komisi E Abdul Azis Muslim mengatakan, mesin ini diperlukan agar pasien gagal ginjal tak perlu antre untuk melakukan cuci darah.

“Jadi masyarakat enggak harus antre. Apalagi ada yang harus menunggu satu bulan, padahal mereka harus rutin melakukan cuci darah,” ujar Azis di gedung DPRD DKI Jakarta, kepada wartawan, Selasa (20/8/2024).

Baca Juga :  Terungkap! Begini Kronologi Bang Jago Tampar Pengendara Motor di Jagakarsa, Berawal Tabrak Belakang

Menurut dia, Dinas Kesehatan harus segera mematangkan perencanaan distribusi mesin hemodialisis ini agar bisa terealisasi pada 2025.

Pasalnya, terjadi lonjakan pasien anak gagal ginjal di Jakarta.

Dengan begitu, pasien gagal ginjal bisa mengakses layanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh dari tempat tinggalnya.

“Karena Puskesmas yang deket dengan warga. Makanya Faskes tingkat 1 mesti dilengkapi mesin ini, jadi masyarakat bisa ditangani di Puskesmas di domisili masing-masing,” ungkap Azis.

Baca Juga :  Dituding Program Keliru, Dokter Tifa Tolak Penyebaran Nyamuk Wolbachia di Jakarta

Sebelumnya, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Merry Hotma telah meminta Dinas Kesehatan untuk mengaktifkan kegiatan skrining jajanan yang dijual di sekitar sekolah. Khususnya di sekitar area Sekolah Dasar (SD).

Hal tersebut diminta mengingat banyaknya kasus gagal ginjal yang mengharuskan anak cuci darah akibat mengkonsumsi jajanan tidak sehat.

“Merespons kasus banyak anak-anak cuci darah di RSCM kemarin, salah satu follow up dari Komisi E waktu itu adalah harus ada warning,” ujar Merry saat pembahasan Perubahan APBD Tahun 2024, Minggu (11/8) lalu.

Baca Juga :  DPRD Minta Pembangunan Lapangan Padel di Lahan DKI Dihentikan

Oleh karena itu, secepatnya ia minta Dinas Kesehatan gencar menskrining jajanan anak untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa.

“Saya usulkan supaya direncanakan, ada alat untuk mengecek pewarnanya, pemanisnya, pengawetnya, karena anak-anak kita yang terdeteksi dan ada si RSCM ini adalah generasi masa depan,” tandas Merry.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...