Sabtu, Oktober 3, 2026

Yusril Bertemu Prabowo di Kertanegara, Bahas Kemungkinan Duet di Pilpres 2024

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menerima kedatangan Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2023).

Kedua pimpinan parpol bertemu bersama jajaran pengurus kedua partai dalam rangka silaturahmi politik jelang Pilpres 2024.

Prabowo mengungkapkan pertemuan itu membahas banyak persoalan, termasuk wacana koalisi besar hingga aspirasi pasangan capres-cawapres.

“Kita silaturahmi, tukar menukar pandangan, pengalaman dan saling menyampaikan saran. Kita sahabat lama, saya sudah kenal Prof Yusril 40 tahun,” kata Prabowo usai pertemuan.

Baca Juga :  Anas Urbaningrum Segera Bebas, Partai Demokrat: Dia Sudah Bukan Kader Kami

“Semua dibahas, dan kalau PBB kali ini tidak dukung saya, kebangetan,” ucap Prabowo disambut tawa.

Prabowo mengakui memiliki banyak perbedaan dengan Yusril.

Namun, ia berharap tetap bisa menjalin kerja sama kekeluargaan antara Gerindra dan PBB.

Prabowo menyampaikan kemungkinan untuk berduet dengan Yusril di Pilpres 2024.

“Saya sudah sampaikan keyakinan saya, hendaknya politik di antara keluarga besar, kekeluargaan. Jangan ada saling hujat, ejek. Hal negatif itu tidak pantas dan tidak cocok untuk buat budaya Indonesia,” ujar Prabowo

Baca Juga :  Survei Terbaru Pollmark, Cak Imin Merangkak ke Lima Besar Sosok Capres Potensial

“Komunikasi jalan terus, segala kemungkinan bisa (duet),” ungkap dia.

Sementara, Yusril juga mengatakan membuka peluang mendukung Prabowo sebagai capres di 2024.

Adapun ikut dalam wacana koalisi besar bersama sejumlah partai koalisi pendukung Jokowi saat ini.

“Saya cukup lama tidak ketemu Pak Prabowo 4-5 tahun ke belakang. Tapi kita kenal lama, saya masih muda. Sering bersama beliau terutama ketika krisis 98. Di Kopassus hingga Kostrad. Kita sepakat lihat ke depan, tidak ke belakang. Saya jelaskan juga mungkin (pernah) ada kesalahpahaman kurang komunikasi, ke depan harus kita perbaiki,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gibran Unggah Foto Pertemuan Ganjar dan Sandiaga di Semarang: Cocok Gak Nih

“Tadi juga singgung pelaksanaan pemilu dan ada ancang-ancang koalisi. Meski masih cair. Kami terbuka, dan Prabowo juga terbuka, membangun koalisi besar. Segala kemungkinan terbuka, politik kan tidak rigid, dinamik. PBB bisa kerja sama dengan semua,” sambungnya.

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...