Selasa, Mei 19, 2026

Viral Caleg Nyaru Nelayan Tolak Makan Siang Gratis, Prabowo: Dia Harusnya Bintang Sinetron

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyindir sosok calon legislatif (caleg) yang menyaru jadi seorang nelayan dan viral di media sosial.

Prabowo kesal karena caleg yang menyamar jadi nelayan tersebut menolak progam makan siang gratis yang diusulkannya.

Apalagi belakangan diketahui, nelayan palsu itu ternyata seorang caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bernama Sappe.

“Ada yang tidak setuju, ada yang nyamar sebagai nelayan. Berani-berani ya, nyamar sebagai nelayan, nyamar sebagai petani, dan mengatakan kami tidak perlu makan gratis,” ujar Prabowo saat menghadiri kampanye akbar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung pada Kamis (8/2/2024).

Baca Juga :  KPU Tegaskan Johnny G Plate Masih Bisa Nyaleg, Tidak Berpegang dengan Status Tersangka dari Kejaksaan

Prabowo menyampaikan akting yang dipertontonkan caleg PKS di hadapan capres nomor urut 1 Anies Baswedan itu, layak mendapatkan penghargaan seperti Piala Citra ataupun Piala Oscar.

“Itu sedang diusulkan menerima Piala Citra atau menerima Oscar. Itu lumayan, dia jangan jadi caleg, dia harusnya bintang sinetron,” ungkap Prabowo.

Sebuah video viral beredar di media sosial yang memperlihatkan sosok seorang pria yang menangis kepada capres paslon nomor urut 1 Anies Baswedan saat ia berkampanye di Lapangan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan pada Selasa 6 Februari 2024.

Baca Juga :  Diundang Jokowi ke Istana, Prabowo Tidak Singgung Politik, Namun Laporan Hal Ini 

Pria tersebut menangis sesegukan hingga mengemis kepada Anies Baswedan sambil mengutarakan keluhan nasib nelayan.

Ia juga menyampaikan betapa mirisnya kehidupan masyarakat nelayan yang sangat sulit untuk mendapatkan bahan bakar.

“Saya nelayan atas nama Sappe mewakili seluruh lapisan masyarakat khususnya Sulawesi Selatan, masyarakat nelayan yang selama ini di mana kami susah mendapatkan bahan bakar pak,” katanya.

Baca Juga :  Diperiksa KPK Jumat, Bupati Sidoarjo Deklarasi: Nderek Kiai Pilih Pak Prabowo

“Di mana-mana kami sulit mendapatkan Pak, begitu juga saudara-saudara kami para petani sudah sulit. Oleh karena itu, Pak, kami tak butuh makan gratis, kami tak butuh susu gratis Pak,” katanya sambil terisak di hadapan Anies.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...