Sabtu, Juli 4, 2026

Diancam dan Diteror Puluhan Preman, Nindy Ayunda Minta Perlindungan LPSK

WIB

Aliansi.co, Jakarta-– Penyanyi Nindy Ayunda mengaku kerap mendapatkan teror semenjak dirinya memiliki seteru dan berperkara dalam hukum.

Ia pun memutuskan untuk meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Terpantau Nindy mendatangi kantor LPSK di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (6/4/2023).

Nindy Ayunda yang menggunakan baju dan syal krem serta masker hitam, tampak turun dari mobil pribadinya, didampingi oleh tiga orang yang diduga keluarganya sekitar pukul 11.00 WIB.

Baca Juga :  Ngaku Gangguan Jiwa, Siskaeee Ajukan Penangguhan Penahanan Kasus Film Porno

Nindy Ayunda diancam hingga diteror saat baru saja datang di Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu pagi kemarin.

Kedatangan Nindy Ayunda itu membuat orang lain tidak senang.

Kehadiran Nindy Ayunda di Kota Pempek itu dihalangi 10 orang yang mengaku sebagai preman.

Mereka (preman) ada di depan rumah orang yang datangi, saya dihadang dan kembali ke Jakarta,” kata Nindy Ayunda di gedung LPSK, Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis

Baca Juga :  Masuk Daftar Female Disc Jockey Terbaik Asia, DJ Vera V Kenyang dengan Gombalan dan Modus

Setibanya di rumahnya, Nindy Ayunda belum merasa tenang.

Ada tiga orang tidak dikenalnya berdiri di depan rumah Nindy Ayunda, Minggu malam lalu.

“ART (asisten rumah-tangga) bilang kalau mereka mau bertemu Dito Mahendra,” kata Nindy Ayunda.

Bukannya pergi, jumlah orang yang ada didepan rumah Nindy Ayunda justru semakin banyak.

Mereka bahkan masuk ke rumah Nindy Ayunda tanpa izin dan melakukan perusakan pintu garasi rumah.

Baca Juga :  Momen Chris Martin Bikin Penonton Coldplay Serempak Serukan "Cakeep" hingga Ngakak

“Semalaman saya tidak bisa tidur, mau ibadah juga tidak tenang sampai saya lemas,” ucap Nindy Ayunda.

“Saya mendatangi LPSK untuk melapor dan minta bantuan karena saya merasa tertekan dan trauma,” kata Nindy Ayunda.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...