Selasa, Mei 19, 2026

Prabowo Ingatkan Pertahanan TNI, Singgung Negara Makmur dan Sangat Kuat Bisa Hancur Dibom

WIB

Aliansi.co, Bogor- Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kekuatan pertahanan dalam menjaga kedaulatan negara.

Ia mengingatkan bahwa negara-negara besar dan kaya raya saja bisa hancur jika tidak memiliki sistem pertahanan yang kuat.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat mengumpulkan Komandan Satuan TNI seluruh Indonesia, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/2/2025).

Dalam sambutannya, Prabowo awalnya mengatakan bahwa fungsi sebuah negara adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah.

Baca Juga :  Prabowo Siap Bantu Evakuasi Korban Terdampak Konflik Gaza ke Indonesia

Menurutnya, sebuah negara harus memiliki fungsi perlindungan yang sangat berkaitan dengan sistem pertahanan.

“Kita tidak bisa melindungi hanya dengan itikad baik. Kita tidak bisa melindungi hanya dengan kata-kata. Kita tidak bisa melindungi hanya dengan tulisan-tulisan. Kita tidak bisa melindungi dengan teori. Melindungi adalah dengan kekuatan,” kata Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo mengatakan, jika sebuah negara ingin merdeka dan sejahtera, maka harus memiliki kekuatan untuk membentengi diri dan melindungi kekayaan alam yang dimiliki.

Baca Juga :  Lapor Presiden, Menhub Prediksi Pergerakan Lebaran Tembus 143,9 Juta Orang:

Prabowo lalu menyinggung berbagai konflik antar negara-negara kuat yang menjadi pemberitaan akhir-akhir ini.

Ia menyebut negara makmur dan sangat kuat saja bisa diinvasi dan hancur jika tidak memiliki sistem pertahanan yang baik.

“Kita diajarkan tiap hari tiap malam melalui televisi melalui berita, negara-negara yang begitu makmur, begitu kuat, begitu kaya diinvasi, dibom dihancurkan seluruh rumah pemukiman, semua sekolah, semua fasilitas, semua pembangkit listrik, semua sarana kehidupan dihancurkan,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Mentan Syahrul Limpo Mendadak Hilang di Luar Negeri, Informasi Terakhir di Spanyol

Karena itu, lanjut Prabowo, bangsa Indonesia patut bersyukur karena pemimpin-pemimpin terdahulu telah menjaga NKRI tanpa terlibat dan mengundang invasi dari negara lain.

“Berapa tahun ini bisa dikatakan 25-35 tahun lebih kita harus bersyukur bahwa pemimpin-pemimpin kita telah memelihara negara kita, memlihara NKRI tanpa terlalu terlibat, tanpa mengundang invasi dari negara lain,” kata Prabowo.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...