Selasa, Agustus 18, 2026

Prabowo Tolak Undangan Groundbreaking Menteri, Pilih Datang Saat Proyek Sudah Rampung

WIB

Aliansi.co,Cilacap- Presiden Prabowo Subianto mengaku sering menolak undangan para menterinya untuk menghadiri acara peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek.

Ia menyatakan lebih memilih hadir saat proyek telah rampung dan siap diresmikan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

“Saya terus terang saja, di awal pemerintahan saya, saya sampaikan ke menteri-menteri, tolonglah saya jangan diundang groundbreaking,” kata Prabowo dalam sambutannya dilansir dari kanal YouTube Setpres, Rabu.

Menurut dia, kehadiran dalam peresmian proyek yang telah selesai dinilai lebih memberikan makna karena hasilnya sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga :  Jokowi Bangun Memorial Park Senilai Rp 361 Miliar di IKN, Untuk Apa?

“Yang ingin saya datang adalah peresmian kalau sudah jadi,” ujarnya.

Meski demikian, Prabowo tetap menghadiri acara groundbreaking tersebut karena menilai proyek hilirisasi memiliki nilai strategis dan penting bagi masa depan ekonomi Indonesia.

“Tapi karena ini begitu banyak dan begitu penting, saya merasa saya harus hadir. Saya hadir untuk memberi semangat, memberi penghormatan kepada mereka-mereka yang menyiapkan proyek-proyek ini,” katanya.

Ia menegaskan, proyek-proyek hilirisasi tidak muncul secara instan, melainkan hasil pemikiran panjang para pemimpin, teknokrat, dan ilmuwan Indonesia selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  Jokowi Minta Groundbreaking Proyek di IKN Ada Setiap Bulan: Saya Akan Datang

“Proyek ini tidak jatuh dari langit. Proyek-proyek ini adalah buah pemikiran, mungkin belasan tahun, bahkan puluhan tahun. Buah cita-cita, buah impian para pemimpin Indonesia,” tuturnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Ia menegaskan Indonesia tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah.

“Kita tidak mau sekadar jual bahan baku. Kita mau olah di dalam negeri supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, ia menyoroti kesejahteraan petani, nelayan, dan buruh yang dinilai belum optimal meski Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah.

Baca Juga :  Buntut Gagalnya Piala Dunia U-20, Akun Medsos Ganjar Dibanjiri Warganet, Wayan Koster Off

“Sudah terlalu lama petani, nelayan, buruh kita tidak menikmati kesejahteraan yang layak,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengkritik praktik pengelolaan sumber daya alam yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan nasional, termasuk soal hasil usaha yang tidak ditempatkan di dalam negeri.

Sebagai pemimpin yang mendapat mandat rakyat, Prabowo menegaskan komitmennya untuk memastikan kekayaan nasional dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Saya menginginkan sumber kekayaan bangsa Indonesia harus di tangan bangsa Indonesia dan harus dinikmati oleh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...