Sabtu, Juli 4, 2026

Prabowo Tolak Undangan Groundbreaking Menteri, Pilih Datang Saat Proyek Sudah Rampung

WIB

Aliansi.co,Cilacap- Presiden Prabowo Subianto mengaku sering menolak undangan para menterinya untuk menghadiri acara peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek.

Ia menyatakan lebih memilih hadir saat proyek telah rampung dan siap diresmikan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

“Saya terus terang saja, di awal pemerintahan saya, saya sampaikan ke menteri-menteri, tolonglah saya jangan diundang groundbreaking,” kata Prabowo dalam sambutannya dilansir dari kanal YouTube Setpres, Rabu.

Menurut dia, kehadiran dalam peresmian proyek yang telah selesai dinilai lebih memberikan makna karena hasilnya sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga :  Adu Balap dengan Kereta Whoosh, Wanita Cantik Pengemudi BMW Dicari Polisi

“Yang ingin saya datang adalah peresmian kalau sudah jadi,” ujarnya.

Meski demikian, Prabowo tetap menghadiri acara groundbreaking tersebut karena menilai proyek hilirisasi memiliki nilai strategis dan penting bagi masa depan ekonomi Indonesia.

“Tapi karena ini begitu banyak dan begitu penting, saya merasa saya harus hadir. Saya hadir untuk memberi semangat, memberi penghormatan kepada mereka-mereka yang menyiapkan proyek-proyek ini,” katanya.

Ia menegaskan, proyek-proyek hilirisasi tidak muncul secara instan, melainkan hasil pemikiran panjang para pemimpin, teknokrat, dan ilmuwan Indonesia selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  Jokowi Hargai Pengunduran Diri Mahfud MD dari Menkopolhukam

“Proyek ini tidak jatuh dari langit. Proyek-proyek ini adalah buah pemikiran, mungkin belasan tahun, bahkan puluhan tahun. Buah cita-cita, buah impian para pemimpin Indonesia,” tuturnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Ia menegaskan Indonesia tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah.

“Kita tidak mau sekadar jual bahan baku. Kita mau olah di dalam negeri supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, ia menyoroti kesejahteraan petani, nelayan, dan buruh yang dinilai belum optimal meski Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah.

Baca Juga :  Jokowi Bangun Memorial Park Senilai Rp 361 Miliar di IKN, Untuk Apa?

“Sudah terlalu lama petani, nelayan, buruh kita tidak menikmati kesejahteraan yang layak,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengkritik praktik pengelolaan sumber daya alam yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan nasional, termasuk soal hasil usaha yang tidak ditempatkan di dalam negeri.

Sebagai pemimpin yang mendapat mandat rakyat, Prabowo menegaskan komitmennya untuk memastikan kekayaan nasional dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Saya menginginkan sumber kekayaan bangsa Indonesia harus di tangan bangsa Indonesia dan harus dinikmati oleh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...