Sabtu, Oktober 3, 2026

Bidik Tersangka Korupsi Pengelolaan Sampah, Kejati Banten Geledah Kantor DLH Tangsel

WIB

Aliansi.co, Tangsel- Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menggeledah Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terkait dugaan tindak pidana korupsi proyek pengelolaan sampah tahun 2024.

Penyidik juga menggeledah kantor PT EPT sebagai pihak ketiga yang diduga penerima aliran dana proyek dari DLH Tangsel.

“Tim penyidik telah menyita sejumlah dokumen penting yang diyakini berkaitan dengan aliran dana proyek ini,” kata Kasi Penerangan Hukum Kejati Banten, Rangga Adekresna dalam keterangan persnya, Senin (10/2/2025).

Rangga mengatakan, penyidik menemukan adanya indikasi penyalahgunaan anggaran, mark-up biaya, dan penyimpangan dalam proses tender proyek pengelolaan sampah.

Baca Juga :  Momen Gubsu Edy Rahmayadi Sindir Kepala Daerah Tembak Begal di Medan

Karena itu, dokumen yang disita penyidik akan dijadikan alat bukti untuk mengungkap dan membidik para tersangka yang terlibat dalam dugaan korupsi tersebut.

“Penyitaan ini bagian dari upaya mengungkap dugaan korupsi dalam proyek layanan pengelolaan sampah yang menggunakan anggaran daerah. Kami akan memeriksa dokumen-dokumen ini guna mengidentifikasi pihak yang terlibat,” ujar Rangga.

Selain dugaan mar-kup biaya angkut sampah, pejabat DLH Tangsel juga terindikasi menyalahgunakan wewenang dalam penunjukan penyedia jasa.

Setelah penyitaan dokumen, kata dia, penyidik Kejati Banten akan memanggil sejumlah pejabat DLHK serta perwakilan PT EPT untuk diperiksa.

Baca Juga :  Gulung dan Jebloskan Gerombolan DC ke Penjara, Polda Jateng Banjir Karangan Bunga

Tim penyidik juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk perusahaan subkontraktor dan pejabat yang bertanggung jawab atas proyek ini.

“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk menghitung potensi kerugian negara. Jika ditemukan bukti kuat, kami akan segera menetapkan tersangka,” kata Rangga.

Plh Asisten Kejati Banten Aditya Rakatama menyebut kasus ini bermula dari adanya laporan pembuangan sampah liar di Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.

Pembuangan sampah secara liar di daerah tersebut dan membuat warga protes dan melakukan demonstrasi.

“Ada laporan warga demo pembuangan sampah liar. Setelah kita telusuri, ternyata sampah liar dimaksud berasal dari sampah Kota Tangsel,” katanya dalam pers di kantornya, Selasa (4/2/2025).

Baca Juga :  Dapat Opini WDP dari BPK, DPRD Minta Kemendagri Pertimbangkan Jabatan Pj Bupati Bekasi

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata ada jasa pelayanan pengangkutan sampah sebesar Rp 75 miliar yang dianggarkan DLH Tangsel tahun 2024.

Jasa pelayanan tersebut diberikan kepada PT EPT dengan dua kontrak pekerjaan, yaitu untuk jasa pengangkutan Rp 50 miliar, dan kegiatan pengelolaan sampah Rp 25 miliar.

Namun, penyidik menemukan indikasi bahwa PT EPP tidak memiliki kapasitas dan fasilitas untuk pengelolaan sampah.

“Tim penyidik memperkirakan perhitungan kerugian keuangannya karena salah satu item pekerjaan yang dilaksanakan sekitar kurang lebih Rp 25 miliar,” ujarnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...