Sabtu, Juli 4, 2026

Pemkot Jaksel dan BPOM Cek Produk Pangan di Minimarket Pondok Indah, Begini Hasilnya 

WIB

Aliansi.co, JAKARTA- Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) melakukan sidak terhadap bahan pangan di Ranch Market di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Sidak dan pengawasan pangan ini dilakukan bersama Balai Pengawasan Obat Makanan (BPOM) DKI Jakarta.

Pengecekan produk pangan dari bahan zat berbahaya ini dipantau langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Munjirin dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan Sayid Ali.

Munjirin mengatakan, pengawasan pangan ini dilakukan dalam rangka memberikan jaminan pangan sehat bagi warga menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Sosialisasikan Program Gempar ke Warga, Untuk Apa?

“Beberapa sampel bahan pangan yang diambil langsung kita lakukan uji laboratorium bersama BBPOM, ” kata Munjirin dalam keterangannya, Rabu (19/3/2025).

Munjirin mengatakan, beberapa bahan pangan yang diuji lab, langsung diketahui hasilnya.

“Hasilnya, tadi saya langsung dapat laporan dan ternyata sudah aman atau negatif dari zat berbahaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPOM DKI Jakarta, Sofiyani Chandrawati, menambahkan, pengawasan pangan yang dilakukan salah satunya pengecekan zat berbahaya seperti formalin dan rhodamin B, metanil yellow dan boraks.

Baca Juga :  Perkuat KKMP, Pemkot Jaksel Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

“Sampel yang kita ambil di sini ada tahu, mie, cincau, kerupuk, ikan teri dan lain sebagainya,” ucapnya.

Kemudian, lanjut Sofiyani, pihaknya juga menjalankan program BPOM untuk memilih pangan yang baik dan layak konsumsi.

Progam tersebut yakni dengan mengecek kemasan, label, izin edar, dan kedaluarsa (KLIK) guna memastikan kemasan tidak rusak atau penyok, label tercantum nomor, serta komposisi bahan pangan.

Baca Juga :  Usai Dilantik jadi Anggota DPRD DKI, Shinta PSI Langsung Soroti Air PAM Mati

Selanjutnya, memastikan produk yang dijual memiliki izin edar dari BPOM hingga tanggal kedaluwarsa bahan pangan.

“Karena pada intinya kami berkewajiban untuk memastikan produk makanan yang dijual ini tetap memenuhi mutu dan keamanan, serta tidak dimanfaatkan oleh penjual di saat supply dan demand tinggi,” ujarnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...