Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa profesi perwira bukan hanya sebuah pekerjaan atau panggilan, tetapi merupakan kehormatan besar yang datang dengan tanggung jawab luar biasa terhadap bangsa dan negara.
Hal ini disampaikan Presiden dalam amanatnya saat memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2025 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (23/7).
Dalam upacara yang dihadiri oleh sekitar dua ribu perwira remaja lulusan Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), dan Akademi Kepolisian (Akpol) tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi para perwira muda dalam mengabdi kepada negara.
“Hari ini di hadapan seluruh rakyat Indonesia, di hadapan Tuhan Maha Besar, saudara telah menyatakan merelakan jiwa dan ragamu untuk bangsa dan negara. Saudara-saudara, perwira remaja putra putri terbaik bangsa berdiri di hadapan saya sebagai presiden, sebagai panglima tertinggi, saudara menyatakan siap mati untuk bangsa ini,” tegas Prabowo dalam pidatonya dilansir dari kanal YouTube Setpres, Rabu.
Prabowo menekankan bahwa sejak saat itu, tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan dan kehormatan bangsa berada di tangan para perwira muda.
Ia juga mengingatkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dibangun melalui pengorbanan besar, dan tantangan ke depan tidak akan mudah.
“Kedaulatan bangsa, kehormatan bangsa, keselamatan rakyat, ada di pundakmu, diharapkan oleh rakyat, dinantikan oleh rakyat, pengabdianmu, baktimu, dan bila perlu pengorbananmu yang terakhir,” ujarnya penuh semangat.
Dalam sambutannya, dirinya juga mengangkat pentingnya pemahaman sejarah, khususnya mengenai masa kelam penjajahan dan eksploitasi yang pernah dialami bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa mempertahankan kemerdekaan adalah tugas suci bagi setiap generasi penerus.
“Ingat ini adalah warisan yang kau terima. Bangsamu menuntut dari kau pengabdian yang tertinggi dan bila perlu sebagaimana setelah kau sumpah. Bila perlu saudara rela korbankan jiwa dan ragamu agar Indonesia selamat dan Indonesia kuat,” katanya.
Prabowo juga menyoroti peran penting TNI dan Polri sebagai pilar utama negara.
Ia mengajak para perwira untuk menjunjung tinggi semangat pengabdian kepada rakyat dan negara, serta menempatkan diri sebagai bagian yang tak terpisahkan dari rakyat.
“Jadilah tentara rakyat, tentara nasional, tentara pejuang. Jadilah polisi rakyat, polisi nasional, polisi pejuang, selalu membela rakyatmu, selalu cintai rakyatmu. Kau adalah anak kandung dari rakyat Indonesia,” ujarnya.
Di akhir pidatonya, Prabowo memberikan penghargaan kepada para pembina, pelatih, serta keluarga para perwira muda yang telah mendukung dan merelakan putra-putrinya menjadi abdi negara.
Ia juga mengingatkan bahwa profesi perwira dan prajurit adalah profesi yang penuh nilai luhur dan tanggung jawab moral.
“Sekali lagi profesi perwira, profesi prajurit, adalah profesi yang mulia. Tapi tidak ringan, selalu di depan memberi contoh dengan gagah, dengan berani, dengan cerdas,” pungkasnya.
