Senin, Juni 1, 2026

Tiga Pejabat PT Food Station Jadi Tersangka Kasus Beras Premium Oplosan

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan tiga orang pejabat PT Food Station (FS) sebagai tersangka kasus beras oplosan pada penjualan beras premium yang tidak sesuai standar nasional Indonesia (SNI).

Ketiga tersangka yang ditetapkan adalah KG selaku Direktur Utama PT FS, RL selaku Direktur Operasional, dan RP yang menjabat sebagai Kepala Seksi Quality Control di perusahaan tersebut.

Baca Juga :  MA Kecam Keras Kericuhan Sidang Hotman Paris Vs Razman Nasution, Perintahkan Ketua PN Jakut Lapor Polisi

Penetapan status tersangka dilakukan usai penyidik melakukan gelar perkara.

“Penyidik telah melakukan gelar perkara dan menemukan barang bukti untuk meningkatkan status tiga orang karyawan PT FS sebagai tersangka,” ujar Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Helfi Assegaf dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (1/8/2025).

Brigjen Helfi menjelaskan para pelaku diduga melakukan produksi dan memperdagangkan beras premium yang tidak memenuhi standar mutu SNI sebagaimana mestinya.

Baca Juga :  Ratusan Jemaah Umrah Telantar di Arab Saudi, Kemenag Mengaku Kecolongan

Produk-produk beras tersebut dipasarkan dengan berbagai merek yang dikenal luas di masyarakat.

“Modus operandinya, pelaku usaha melakukan produksi dan memperdagangkan beras premium tidak sesuai standar mutu SNI,” ujarnya.

Beberapa merek beras yang diproduksi PT FS dalam kasus ini antara lain Japonica, Setra Ramos, Beras Sego Pulen, Sentra Wangi, Setra Pulen, dan Pulen Wangi.

Baca Juga :  Dugaan Pengoplosan Beras, Gubernur Pramono Didorong Nonaktifkan Pimpinan PT FSTJ

Seluruh produk tersebut diduga dipasarkan dengan klaim kualitas premium meski tidak sesuai dengan ketentuan mutu yang berlaku.

Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik turut menyita barang bukti berupa total 132,65 ton beras.

Rinciannya meliputi 127,3 ton beras premium dalam kemasan 5 kg dari berbagai merek produksi PT FS, serta 5,35 ton beras premium dalam kemasan 2,5 kg.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...