Aliansi.co, Jakarta- Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel), M. Anwar, mendorong percepatan inovasi di bidang pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hal ini disampaikan M. Anwar saat membuka kegiatan Konvergensi Mutu Bidang Kesehatan Tahun 2025, Rabu (20/8), di Ruang Patung Dirgantara, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.
Mengusung tema “Inovasi Berdampak, Menuju Jakarta Global City”, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 20-21 Agustus 2025, dan diikuti oleh 19 tim inovator dari berbagai fasilitas kesehatan di Jakarta Selatan.
“Inovasi pada hakikatnya ditujukan untuk mendukung peningkatan kinerja secara optimal dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Maka saya minta ini untuk diimplementasikan dengan baik, bukan hanya sekadar seremonial belaka,” tegas Anwar.
Anwar menekankan digitalisasi layanan kesehatan menjadi langkah penting dalam menjaga daya saing fasilitas kesehatan.
Menurutnya, tanpa inovasi, Puskesmas dan rumah sakit akan tertinggal dari kemajuan zaman.
“Salah satunya inovasi digitalisasi layanan guna meningkatkan persaingan layanan kesehatan. Kalau tidak ikut berinovasi, akan tertinggal,” ujarnya.
“Inovasi tidak hanya pada teknologi, tapi juga harus mencakup pemberdayaan dan peningkatan daya saing sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Yudi Dimyati, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaring, mendokumentasikan, dan mempromosikan inovasi pelayanan kesehatan dari berbagai fasilitas.
“Kegiatan ini menjadi sarana pertukaran pengalaman dan pembelajaran, serta memotivasi penyelenggara pelayanan publik agar lebih profesional,” ungkap Yudi.
Ia berharap Konvergensi Mutu ini menjadi titik awal lahirnya inovasi-inovasi baru dalam pelayanan kesehatan di Jakarta Selatan.
“Harapan kami, dengan kegiatan ini akan lahir inovasi yang dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan derajat kesehatan masyarakat,” tandasnya.
