Kamis, April 16, 2026

Kasus Penebangan Pohon Tanpa Izin di Jaksel, DPRD Minta Investigasi Transparan

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Dugaan penebangan pohon tanpa izin yang melibatkan oknum aparatur sipil negara (ASN) di Jakarta Selatan menuai sorotan DPRD DKI Jakarta.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Dwi Rio Sambodo, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera melakukan investigasi secara menyeluruh dan transparan, baik secara internal maupun eksternal.

Rio menilai, pengusutan kasus ini penting dilakukan lantaran muncul dugaan praktik penebangan pohon ilegal yang dilakukan atas dasar “pesanan” dari pihak tertentu.

“Pemprov DKI harus segera melakukan investigasi internal dan eksternal secara transparan terkait dugaan praktik penebangan pohon secara ilegal yang diduga dilakukan oleh ASN atas dasar pesanan pihak tertentu,” kata Rio saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga :  DPRD DKI Tegaskan Pembongkaran Trotoar di Pondok Indah Harus Ditindak

Rio meminta Inspektorat Daerah dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) turun langsung menelusuri proses internal yang terjadi.

Selain itu, ia juga mendorong adanya koordinasi intensif dengan Polda Metro Jaya untuk mengusut dugaan kejahatan yang dinilainya bersifat terstruktur.

“Hal ini diperlukan untuk mengusut tuntas praktik ‘pesanan’ ilegal dalam penebangan pohon tanpa izin dan pembuangan limbah atau sampah ilegal sebagai kejahatan terstruktur yang merusak tata kota dan ekosistem,” ujarnya.

Tak hanya soal penegakan hukum, Rio juga menekankan perlunya evaluasi dan audit menyeluruh.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Minta Posko Banjir di Daerah Rawan Bencana Mulai Disiapkan

Ia mendorong dilakukan audit lingkungan hidup guna memulihkan ekosistem yang terdampak, sekaligus audit khusus terhadap anggaran pemeliharaan ruang hijau dan pengelolaan sampah.

Menurutnya, audit tersebut penting untuk memetakan tingkat kerusakan lingkungan akibat penebangan pohon dan pembuangan sampah sembarangan, serta mengkaji efektivitas program penanaman pohon dan pengelolaan sampah yang selama ini berjalan.

“Penggunaan dana publik harus tetap akuntabel dan berdampak nyata bagi lingkungan,” kata Rio.

Selain itu, Rio juga meminta Pemprov DKI memperbaiki dan mengintegrasikan sistem pengawasan digital lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga :  Gudang Peluru TNI di Bogor Meledak, Damkar Belum Berani Mendekat

Termasuk di dalamnya evaluasi efektivitas kanal pelaporan masyarakat seperti aplikasi JAKI.

“Sistem ini harus mampu mendeteksi dini pelanggaran penebangan pohon secara ilegal, sekaligus meningkatkan transparansi dalam penanganan laporan masyarakat,” tegasnya.

Diduga Atas Pesanan dan Ada Imbalan

Sebelumnya, Camat Kebayoran Lama, Mustofa Thohir, mengungkapkan penebangan pohon di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, tepatnya di depan showroom mobil Xpeng, diduga dilakukan atas permintaan pihak tertentu dan tidak berkaitan dengan kepentingan dinas.

“Ada pihak lain yang meminta, memesan untuk dipotong, lalu ada itunya (imbalan). Tapi untuk kebutuhannya apa saya kurang tahu,” ujar Mustofa.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...