Sabtu, Oktober 3, 2026

Momen Prabowo Singgung Pakar Bergelar yang Hanya Pandai Bicara di Rakornas 2026

WIB

Aliansi.co, Bogor- Presiden Prabowo Subianto menyinggung keberadaan para pakar yang dinilai pandai berbicara dan memiliki banyak gelar akademik, tetapi tidak selalu selaras dengan kenyataan di lapangan.

Menurut Prabowo, dalam memimpin bangsa, pendekatan yang terlalu idealis tidak selalu dapat diterapkan karena dunia berjalan berdasarkan realitas, bukan teori semata.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pengarahan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Dalam pidato pembukaannya, Prabowo terlebih dahulu menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya dapat hadir dalam forum nasional yang dihadiri para pemimpin daerah dari seluruh Indonesia.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi saya untuk bisa hadir dalam acara istimewa ini, bertemu dengan Saudara-saudara semuanya dari seluruh penjuru tanah air,” ujar Prabowo dilansir dari kanal YouTube Setpres, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga :  Jokowi: Hari Minggu Siang Saya Akan Pulang ke Solo

Ia mengaku terharu melihat semangat para peserta Rakornas yang menurutnya menjadi modal penting bagi masa depan bangsa.

“Hati saya bergetar melihat, mendengar, dan merasakan semangat Saudara-saudara sekalian. Kalau semangat Saudara sungguh-sungguh berasal dari kalbu Saudara-saudara sekalian yang paling dalam, masa depan bangsa kita, saya yakin aman dan saya yakin kita akan berhasil,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo kemudian menyinggung peran para pakar dan akademisi.

Ia menegaskan bahwa dirinya menghormati para ahli yang memiliki kecerdasan dan latar belakang pendidikan tinggi.

Baca Juga :  Prabowo dan PM Singapura Empat Mata, Ada Kesepakatan Pelatihan Militer hingga Ekstradisi

Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan negara tidak bisa dilepaskan dari kondisi nyata yang dihadapi bangsa.

“Dengan segala hormat kepada para pakar yang pandai dan pintar, yang punya banyak gelar, saya hormati mereka. Tapi dunia ini adalah keadaan nyata, bukan keadaan ideal,” ucap Prabowo.

Menurut dia, realitas global menunjukkan bahwa kekuatan masih menjadi faktor dominan dalam hubungan antarnegara maupun dalam dinamika internasional.

“Saya selalu mengingatkan, yang berlaku di dunia ini sekarang adalah yang kuat akan berbuat apa yang mereka kehendaki, yang lemah akan menderita. Itu yang kita lihat hari ini, kita lihat di mana-mana,” ujarnya.

Prabowo menegaskan, sebagai presiden yang memegang amanat rakyat, tanggung jawab utamanya adalah menjaga keselamatan bangsa dan melindungi rakyat, meski hal itu tidak selalu mudah untuk dijalankan.

Baca Juga :  Jokowi Blak-blakan di Konsolidasi KPU: Saya Tahu yang Ditunggu Bukan Presiden Jokowinya

“Jadi, Saudara-saudara, tugas saya sebagai presiden, sebagai pemegang kepercayaan rakyat yang disumpah, saya harus menjaga bangsa ini, saya harus menjaga rakyat ini. Kadang-kadang gampang untuk kita bilang, gampang kita ngomong, tapi tidak gampang untuk dilaksanakan,” kata Prabowo.

Ia menambahkan, dalam menjalankan pemerintahan, pemimpin dituntut untuk mampu menahan gejolak emosi dan tidak terjebak pada sikap yang terlalu idealis.

“Kadang-kadang hati kita bergejolak, tapi kita harus senyum, karena kita sudah memilih akan baik sama semua, untuk melindungi rakyat kita. Kita tidak bisa emosional, kita tidak bisa terlalu idealis, karena yang berlaku adalah dunia nyata,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...